Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab, ini Penampakannya

Senin 23-03-2026,10:50 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

oganilir.co - Pemerintah Iran menegaskan blokade Selat Hormuz tidak berlaku terhadap seluruh kapal. Otoritas Iran melalui perwakilannya di badan maritim PBB (IMO) Ali Mousavi memberikan pernyataan resmi mengenai status selat Hormuz.

Mousavi menegaskan bahwa celah perairan sempit itu tetap terbuka bagi pelayaran internasional. Akan tetapi, kapal-kapal yang dianggap Teheran musuh dilarang melintas.

"Selat Hormuz terbuka untuk siapa saja, kecuali ‘musuh’,” kata Mousavi, dikutip dari agensi berita Iran Mehr seperti dilansir Kompas.com, Ahad (22/3/2026).

Meski demikian, kapal-kapal yang tak ada sangkut pautnya dengan musuh, tetap melapor lebih dulu dengan otoritas di sana untuk memperoleh izin melintas.

BACA JUGA:Diancam Serangan Jaringan Listrik, Iran Ancam Serang Fasilitas Energi AS di Negara Sekutu

"Keamanan kapal dan seluruh awaknya memerlukan koordinasi dengan pihak berwenang Iran," beber Mousavi.

Dia menambahkan, Iran siap bekerja sama dengan IMO negara lainnya untuk memberikan izin melintas di Selat Hormuz. Diplomasi dan negosiasi merupakan prioritas utama Teheran. Tentunya, Pemerintah Indonesia harus segera merespons keputusan Iran di IMO ini.

Negosiasi Pemerintah Indonesia

Dibukanya Selat Hormuz secara terbatas memberikan angin segar kepada negara-negara di dunia. Sebelumnya, Pemerintah Indonesia sudah bernegosiasi dengan otoritas Iran terkait dua kapal Pertamina yang masih tertahan di Teluk Arab, yakni PIS Gamsunoro dan VLCC Pertamina Pride.

BACA JUGA:Iran Izinkan Kapal Jepang Lintasi Selat Hormuz

"Ada dua kapal, dua kargo. Itu masih dalam negosiasi, insya Allah sebentar lagi selesai. Sebentar lagi selesai. Doain, ya," jelas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dilansir dari Antara, Selasa (10/3/2026).

Sementara itu, akun resmi Instagram @pertaminainternationalshipping belum memberikan update informasi mengenai status kedua kapalnya yang belum bisa melewati Selat Hormuz.

"Hingga 12 Maret 2026, kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melewati Selar Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman dan terus dalam pemantauan intensif," jelasnya.

VLCC Pertamina Pride bertugas untuk pemenuhan energi nasional, sedangkan Gamsunoro melayani pihak ketiga (non-Pertamina).

G7 bantu pengamanan Selat Hormuz

Kategori :