Pada Senin (23/3), Trump mengumumkan penghentian serangan selama lima hari terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran, dengan alasan adanya pembicaraan yang "sangat baik dan produktif" dengan Teheran selama dua hari terakhir.
Meski demikian, pihak Iran membantah adanya perundingan tersebut dan menyebutnya sebagai "berita bohong". Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengakui telah menerima pesan dari "negara-negara sahabat" yang mengindikasikan adanya permintaan dialog dari pihak Amerika Serikat. (antaranews.com/dri)