oganilir.co - Kabar mengejutkan datang dari Pertagon. Persediaan rudal Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah menipis karena banyaknya senjata yang telah digunakan untuk menyerang Iran.
Ya, sejak awal operasi militer AS melawan Iran, Departemen Perang AS telah menggunakan lebih dari 850 rudal Tomahawk, yang telah mengurangi cadangan senjata yang tersedia di kawasan tersebut, demikian laporan The Washington Post pada Jumat (26/3).
Washington Post, yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa tingkat peluncuran rudal jelajah tersebut mengkhawatirkan para pejabat pertahanan, karena hanya beberapa ratus yang diproduksi per tahun.
Selain itu, salah satu dari sumber tersebut menggambarkan jumlah rudal yang tersisa di Timur Tengah sebagai "sangat rendah dan mengkhawatirkan."
BACA JUGA:Taktik Perang Iran Lawan AS-Israel, Kuras Pencegat dengan Rudal-Drone Biaya Murah
Ketergantungan AS pada Tomahawk dalam konflik Iran akan membutuhkan diskusi mendesak tentang apakah akan memindahkan beberapa di antaranya dari bagian lain dunia, termasuk kawasan Indo-Pasifik, dan upaya jangka panjang untuk memproduksi yang baru, beberapa pejabat AS mengatakan kepada surat kabar tersebut.
Namun, juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan bahwa AS memiliki semua yang dibutuhkan "untuk melaksanakan misi apa pun pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden dan dalam jangka waktu apa pun."
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Namun kemudian, Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
BACA JUGA:Iran Buka Selat Hormuz dengan Pengecualian, ini Negara yang Boleh Melintas
Eskalasi seputar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, dan juga telah memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut, sehingga mendorong kenaikan harga.