oganilir.co - Iran mengajukan syarat mutlak dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai syarat untuk mengakhiri perang. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa setiap keputusan untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel harus "menjamin keamanan dan kepentingan rakyat Iran."
"Perlawanan yang ditunjukkan oleh tentara, bersama dengan persatuan nasional yang ditunjukkan oleh rakyat Iran selama perang, adalah salah satu faktor terpenting yang membantu negara mengatasi keadaan kritis saat ini," kata Pezeshkian dalam rapat kabinet, seperti yang dikutip oleh kantor berita negara IRNA, dilansir Anadolu Agency, Selasa (31/3/2026).
Ia juga menggarisbawahi pentingnya "demonstrasi pro-pemerintah" di berbagai kota dalam memperkuat posisi Iran.
BACA JUGA:Kampus Diserang, Iran Ancam Serang Perguruan Tinggi AS-Israel di Timteng
"Pertemuan rakyat di malam hari memiliki nilai yang besar... Iran menginspirasi para pejuang kemerdekaan," ujarnya.
Eskalasi regional terus berlanjut sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (detik.com/dri)