Kepala Badan Polhukam Kadin Indonesia ini menerangkan, kenaikan Indeks Pemberdayaan Gender tersebut, juga tercermin dari kenaikan tingkat partisipasi perempuan dalam parlemen, yang dari tahun ke tahun cenderung terus mengalami peningkatan. Misalnya pada tahun 1999 baru mencapai 9 persen, kemudian meningkat menjadi 11,8 persen pada tahun 2004. Capaian tersebut kembali meningkat pada tahun 2009 menjadi 18,3 persen.
BACA JUGA:Sekolah Umum Bisa Terima Siswa Disabilitas
Kemudian menempatkan Indonesia pada peringkat ke-105 dari 188 negara, lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata persentase perempuan anggota parlemen di tingkat global yang mencapai 26,5 persen. "Belum optimalnya angka keterwakilan perempuan di parlemen, mengisyaratkan pentingnya upaya pemberdayaan perempuan agar dapat memanfaatkan berbagai bentuk dukungan dan keberpihakan yang diberikan bagi kaum perempuan dengan lebih optimal," terangnya.
Karena itu, kata Bamsoet, kehadiran Perempuan ICMI dengan Sekolah Politik Perempuan ICMI menjadi sangat relevan dan kontekstual. Sebagai informasi, bersamaan dengan pelantikan Pengurus Pusat Perempuan ICMI yang dipimpin Welya Safitri, Sekretaris Jenderal Syifa Fauzia, dan Bendahara Umum Sharmila. (jpnn)