Sedikit terobati, karena program penolakan tambang batubara tetap dilakukan bahkan sudah ada Perda penolakan tambang batubara.
"Kita juga terus fokus untuk mengurangi pengangguran dengan menciptakan banyak lowongan kerja hingga ke luar kota Prabumulih dan luar negeri," jelasnya.
BACA JUGA:Tak Capai Kuorum, Rapat Paripurna DPRD Prabumulih Ditunda
Wakil Wali Kota Prabumulih, H Andriansyah Fikri SH menambahlan. Lebih kurang 30 hari lagi jabatan nya sebagai Wawako segera berakhir dan semoga akhir jabatan ini yang terindah. Dirinya sendiri, sudah berbakti kepada kota Prabumulih dari 1999 di legislatif hingga saat ini sudah dua periode di eksekutif mendampingi Ridho Yahya. "Kami menyampaikan permohonan maaf seikhlas-ikhlas nya. Semoga perpisahan ini bukan perpisahan nyata namun hanya perpisahan jabatan dan silaturahim sebagai hablumminannas tetap terjalin," harapnya.
Untuk program yang sudah berhasil termasuk pembangunan rumah layak huni dan lainnya bukan semata karena kehebatan nya bersama Wali Kota tapi karena kerjasama dan dukungan legislatif dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Fikri mengaku sama-sekali tidak merasa menjadi "ban serap" selama dua periode sebagai Wakil Walikota. "Karena seluruh keputusan dan kebijakan kami diajak berkoordinasi dan bekerjasama dan berkat kekompakan inilah kami bisa membangun Prabumulih," sebutnya.
Terpenting, dengan kerukunan para pimpinan dan kerukunan antar lembaga inilah bisa membangun dan sejajar dengan kota lebih tua dari Prabumulih.
BACA JUGA:Bupati Panca Hadiri Paripurna Penyampaian Pansus DPRD Ogan Ilir
Ketua PKK Prabumulih Hj Suryanti Ngesti Rahayu Ridho didampingi Wakil Ketua PKK Prabumulih Hj Reni Indayani SKM menambahkan, ada banyak yang sudah dilakukan tapi tidak semua masyarakat legah. "Yang jelas kita sudah berusaha membuat masyarakat lebih berdaya khususnya perempuan dan kami selalu bersosialisasi keliling. Kami juga berharap perempuan tidak terbelenggu dengan penderitaan dan KDRT," sebutnya dihadapan seluruh tamu undangan.