Presiden Tegaskan Iran Tidak Sedang Upayakan Nuklir
Masoud Pezeshkian. --
oganilir.co - Menjelang negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di Jenewa, Swiss, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan kembali bahwa Teheran tidak sedang mengupayakan senjata nuklir sama sekali. Hal ini disampaikannya dalam pidatonya pada Kamis (26/2).
Pembicaraan tentang program nuklir Iran tersebut menyusul peningkatan kekuatan militer besar-besaran oleh Amerika Serikat di kawasan itu, yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade. Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan melakukan serangan jika pembicaraan itu gagal.
"Pemimpin Tertinggi kami telah menyatakan bahwa kami sama sekali tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Pezeshkian, merujuk pada Ayatollah Ali Khamenei.
BACA JUGA:Kapal Induk USS Gerald R Ford Memasuki Laut Mediterania, Warga Iran Cemas
"Bahkan jika saya ingin bergerak ke arah itu, saya tidak bisa -- dari sudut pandang doktrin, saya tidak akan diizinkan," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/2/2026).
"Jika mereka (AS) menyerang kita, seratus orang lagi seperti kita akan bangkit dan memimpin negara ini. Jika kita bersatu dan bergandengan tangan, tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan kita," kata Pezeshkian dalam pidatonya.
Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat JD Vance mengingatkan Iran untuk menanggapi ancaman aksi militer Washington dengan "serius".
Vance mengatakan bahwa meskipun Trump akan mencoba membuat Iran mencapai kesepakatan secara "diplomatik," presiden AS itu juga memiliki "hak" untuk menggunakan aksi militer.
BACA JUGA:Trump Tebar Ancaman, Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran
"Anda tidak bisa membiarkan rezim paling gila dan terburuk di dunia memiliki senjata nuklir," kata Vance di acara "America's Newsroom" di Fox News, dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/2/2026).
"Presiden memiliki sejumlah cara lain yang dapat digunakannya untuk memastikan hal ini tidak terjadi," kata Vance. "Dia telah menunjukkan kesediaan untuk menggunakannya dan saya berharap Iran menanggapinya dengan serius dalam negosiasi besok karena itulah yang diinginkan presiden," imbuhnya.
Wapres AS itu mengatakan pemerintahan Trump "berharap kita dapat mencapai resolusi yang baik tanpa militer, tetapi jika kita harus menggunakan militer, presiden tentu saja memiliki hak itu juga." (detik.com/dri)
Sumber:


