70 Ribu Warga Selandia Baru Pindah ke Australia, ini Penyebabnya
Warga Selandia Baru ramai-ramai pindah ke Australia. --
Apa yang terjadi?
Angka-angka tersebut mengonfirmasi bahwa eksodus warga Selandia Baru telah memasuki fase luar biasa.
Sebelum pandemi, Selandia Baru mencatat kehilangan warga negara yang relatif stabil, sekitar 3.000 orang per tahun, menurut data badan statistik nasional Stats NZ.
BACA JUGA:Australia Berlakukan Pembatasan Penggunaan Medsos Bagi Remaja, Bagaimana dengan Indonesia?
Lebih dari 71.000 warga Selandia Baru beremigrasi dalam periode 12 bulan hingga Oktober 2025. Adapun jumlah yang kembali mencapai 26.000 orang.
- 'Saya tidak mau mati sebagai orang Indonesia' Cerita tiga anak muda Indonesia yang tinggal dan bekerja di Korsel, AS, dan Thailand
- Kisah warga keturunan Tionghoa yang menetap di luar negeri usai kerusuhan Mei 1998 dan mereka yang memutuskan kembali ke Indonesia - Semoga pemerintah tidak hapus sejarah
- Disekap, disetrum, dan dipukul hingga babak belur: Pengakuan WNI yang menyelamatkan diri dari perusahaan scam di Kamboja
BACA JUGA:Taklukkan Senior di Final Australian Open 2025, Rachel/Febi Langsung Menangis di Lapangan
Hal serupa pernah terjadi selama dua tahun pada krisis keuangan global (2011-2012). Saat itu, Selandia Baru kehilangan lebih dari 40.000 warga.
Momen tersebut bersifat sementara dan terkait dengan keadaan sulit yang dialami negara-negara di seluruh dunia pada saat itu.
Perbedaannya dengan zaman sekarang, menurut para analis, adalah arus kepergian tetap tinggi dan tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa warga yang pergi akan kembali.
Paul Spoonley, profesor emeritus di Universitas Massey di Selandia Baru, menganggap jumlah kepergian tersebut "mengkhawatirkan" karena, meskipun angkanya mirip dengan angka pada 2011-2012, lebih banyak warga asing yang tinggal di Selandia Baru juga pergi. Fakta ini "memperkuat tren [kepergian] yang tidak menunjukkan tanda-tanda melambat."
BACA JUGA:Putri KW Tembus Final Australian Open 2025, Tantang Ratu Bulutangkis Dunia
Australia adalah tujuan bagi sekitar 60% warga Selandia Baru yang meninggalkan negara mereka, menurut data resmi dari beberapa tahun terakhir.
Sumber:


