Pulang Sekolah, Putri Langsung Nyetir Angkot Gantikan Ayah
Putri Anjarwati bersama angkot kesayangannya. Foto: detik.com--
Dalam sehari, jika menarik penuh, penghasilan kotor bisa mencapai Rp300 ribu. Jumlah yang tak kecil untuk ukuran pelajar. Namun bagi Putri, uang bukan satu-satunya tujuan. Profesi sopir sudah menjadi bagian dari keseharian keluarganya. Dua kakak laki-lakinya juga bekerja sebagai sopir angkutan barang.
Darah pengemudi seolah mengalir kuat dalam keluarganya. Dan di balik kemudi angkot itu, Putri menyimpan mimpi yang lebih besar.
"Cita-cita jadi sopir busway sih. Udah lancar bawa mobil," katanya percaya diri.
Sementara itu, sang ayah tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Putri adalah anak kelima, si bungsu yang kini tumbuh menjadi sosok tangguh di jalanan kota.
BACA JUGA:Wabup Ogan Ilir Tinjauan Dapur MBG dan Sekolah Penerima MBG Di Tanjung Batu
"Senang dan bahagia. Bahagia anak sudah bisa nyupir. Memang dia cita-citanya pengen bisa mobil. Soalnya kakak-kakaknya juga jadi sopir," ujar Alohudin.
Ia mengakui, kini Putri sudah sering menyetir sendiri tanpa perlu didampingi. "Sering sendiri. Ini juga barusan saya mau turun, mau ada yang dibeli di pasar," katanya.
Bagi sebagian orang, setir angkot mungkin hanya alat mencari nafkah. Namun bagi Putri, itu adalah ruang belajar, tempat ia memahami arti kerja keras, dan jembatan menuju cita-citanya.
Di antara riuh klakson dan hiruk-pikuk penumpang, seorang remaja perempuan sedang menulis kisahnya sendiri-tentang mimpi, keberanian, dan keyakinan bahwa jalanan kota pun bisa menjadi ruang pembuktian. (detik.com/dri)
Sumber:


