Israel Keteteran, Rudal Pencegat Menipis, Andalkan Iron Dome-David's Sling Cegah Serangan Iran

Israel Keteteran, Rudal Pencegat Menipis, Andalkan Iron Dome-David's Sling Cegah Serangan Iran

Gedung di Israel hancur akibat serangan rudal Iran. Foto: Anadolu via Getty Images--

oganilir.co - Stok rudal dan drone yang tidak ada habisnya membuat Israel kewalahan menangkal serangan yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. 

Israel saat ini mulai membatasi penggunaan rudal pencegat tercanggihnya seiring rentetan serangan Iran yang terus-menerus menguras persediaan negara tersebut. Rupanya meski terus digempur, jumlah rudal maupun drone Iran masih cukup untuk melancarkan serangan berbahaya.

Sistem pertahanan udara Israel, dianggap sebagai salah satu yang tercanggih di dunia, sangat bergantung pada sistem Arrow untuk menangkal ancaman rudal balistik jarak jauh. Namun, penggunaan pencegat mutakhir tersebut kini mulai dihemat.

Mereka beralih menggunakan versi David's Sling yang telah ditingkatkan kemampuannya, bahkan Iron Dome, untuk mengatasi ancaman yang pada awalnya tidak dirancang untuk ditangani sistem-sistem tersebut. Keduanya sebenarnya untuk menangkal rudal jarak menengah dan pendek.

BACA JUGA:Iran Siap Akhiri Perang dengan AS-Israel, ini Syaratnya

Sejak awal perang, Iran meluncurkan lebih dari 400 rudal bersama ratusan drone. Meski intensitas serangan menurun, ritme serangan yang stabil, ditambah tembakan harian dari Hizbullah, membebani pertahanan berlapis Israel. Bahkan beberapa rudal berhasil lolos. Iran juga terus menyerang infrastruktur di negara-negara Teluk.

Menurut informasi intelijen yang diperoleh Reuters, AS hanya dapat memastikan dengan yakin bahwa mereka telah menghancurkan sekitar sepertiga dari persediaan rudal Iran yang sangat besar. Padahal perang AS-Israel terhadap Iran sudah sekitar sebulan.

Status sekitar sepertiga lainnya kurang jelas, tapi pengeboman kemungkinan telah merusak, menghancurkan, atau mengubur rudal-rudal tersebut dalam terowongan dan bungker bawah tanah. Salah satu sumber mengatakan intelijen punya penilaian serupa untuk drone Iran, di mana sekitar sepertiga di antaranya telah dihancurkan.

BACA JUGA:Kampus Diserang, Iran Ancam Serang Perguruan Tinggi AS-Israel di Timteng

Dikutip detikINET dari Guardian, penilaian tersebut menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar rudal Iran hancur atau tidak dapat diakses, mereka masih memiliki persediaan signifikan dan mungkin dapat menyelamatkan beberapa rudal yang terkubur atau rusak setelah pertempuran berhenti.

Informasi intelijen ini bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa Iran "hanya menyisakan sedikit roket". Ia memang tampaknya mengakui ancaman dari sisa rudal dan drone Iran terhadap operasi AS di masa mendatang untuk mengamankan Selat Hormuz yang sangat vital secara ekonomi.

Serangan AS telah menghantam lebih dari 10.000 target militer Iran menurut Komando Pusat (Central Command), menenggelamkan 92 persen kapal besar angkatan laut Iran. Meskipun demikian, Komando Pusat menolak untuk menyatakan secara pasti berapa banyak kemampuan rudal atau drone Iran yang telah dihancurkan.

BACA JUGA:Iran Membuka Diri untuk Negosiasi dengan AS, Tunjuk Pakistan-Turki Jadi Mediator

Salah satu sumber mengatakan bagian dari masalah adalah sulitnya menentukan berapa banyak rudal Iran yang ditimbun di bawah tanah sebelum perang. Seorang pejabat senior AS menyuarakan skeptisisme mengenai kemampuan AS menilai kemampuan rudal Iran secara tepat. "Saya tak tahu apakah kita akan pernah memiliki angka yang akurat," katanya. (detik.com/dri)

Sumber: