Putri KW Siap Buktikan Raih Gelar Swiss Open 2026

Putri KW Siap Buktikan Raih Gelar Swiss Open 2026

Putri KW saat melawan Nozomi Okuhara di semifinal Swiss Open 2026, Sabtu malam WIB. Foto: Antara/HO PBSI--

BASEL, oganilir.co - Tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani menembus final Swiss Open 2026. Putri KW, -panggilan Putri Kusuma Wardani menegaskan tekadnya membuktikan diri masih layak menjadi juara setelah mencapai final turnamen BWF Super300 itu.

Di semifinal yang dihelat di St Jacobshalle, Basel, Swiss, Sabtu (14/3/2026) malam WIB, Putri KW mengalahkan juara dunia 2017 asal Jepang Nozomi Okuhara dua gim langsung 21-16, 21-13.

"Ini final pertama saya tahun ini, jadi akan tetap fokus, jaga konsistensi. Siapa pun lawannya besok saya siap," kata Putri dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga.

BACA JUGA:Gulung Juara Asian Games, Alwi Farhan Tembus Final Swiss Open 2026

Polwan Polda Metro Jaya ini mengatakan keberhasilannya mencapai final menjadi jawaban atas hasil kurang maksimal dalam beberapa turnamen terakhir ketika ia kerap terhenti pada babak perempat final.

Ia menyatakan datang ke Swiss Open dengan motivasi besar menunjukkan kapasitas pemain papan atas Indonesia.

"Saya ingin membuktikan saya masih layak untuk jadi juara," ujarnya.

Dalam semifinal, Putri tampil dengan strategi matang menghadapi Okuhara yang dikenal memiliki daya juang tinggi dan pertahanan solid.

Ia mengantisipasi pertandingan panjang dengan mempersiapkan stamina sejak sebelum pertandingan dimulai.

BACA JUGA:Ini Jadwal 4 Wakil Indonesia di Semifinal Swiss Open 2026, Ginting-Alwi Berpeluang All Indonesian Final

"Sejak awal saya sudah siap capek karena melawan Okuhara pasti tidak gampang mati dan dia punya pukulan spekulasi yang sangat baik," kata Putri.

Putri juga mampu membaca perubahan pola permainan lawan, terutama ketika Okuhara lebih banyak menunggu serangan.

Ia kemudian mengubah pendekatan dengan bermain lebih sabar melalui reli panjang untuk memancing kesalahan lawan.

"Setelah interval saya coba main lebih aman, bermain panjang dan banyak reli sehingga dia banyak mati sendiri," ujarnya.

Sumber: