Selamat Jalan Irvan Malik Siregar, Tokoh Tenis Meja Sumsel

Selamat Jalan Irvan Malik Siregar, Tokoh Tenis Meja Sumsel

Irvan Malik Siregar (memakai peci) saat ikut turnamen tenis meja Kepri Open. --

PALEMBANG, oganilir.co - Salah satu tokoh tenis meja Sumsel, H Irvan Malik Siregar meninggal dunia, Kamis (9/4/2026) pukul 18.30 WIB. Almarhum meninggal dunia dalam usia 62 tahun karena serangan jantung di rumahnya yang terletak di Jl Lukman Idris, Lr Penukal, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Andre, putra almarhum menuturkan bahwa ayahnya meninggal karena penyakit komplikasi yang dideritanya selama hamper 6 bulan. Yakni maag dan jantung. Akhir tahun 2025 lalu, orang tuanya dirawat di rumah sakit karena lambung selain penyakit jantung yang sudah dalam diderita. "Bapak sakit maag juga selain jantung," kata Andre saat dibincangi oganilir.co di rumah duka. 

Rekam jejak almarhum di tenis meja Sumsel

BACA JUGA:TM Digelar, Liga Tenis Meja Palembang Bergulir Pekan ini

Semasa hidup, almarhum Irvan Malik Siregar dikenal sebagai petenis meja Sumsel. Empat anaknya mewarisi bakat sang ayah sebagai petenis meja. Yakni Andre, Jojo, Alya, dan Afif. Afif tercatat sebagai salah satu petenis meja Porprov Sumsel dan pernah menjadi juara di Kelompok Umur (KU) 13 di DKI Jakarta. 

Almarhum pernah tercatat sebagai pengurus Pengprov PTMSI Sumsel, Pengkab PTMSI Banyuasin, dan Pengkot PTMSI Palembang. Selain aktif sebagai pengurus PTMSI, pensiunan Badan Pertanahan Nasional (BPN) ini juga aktif sebagai anggota komunitas tenis meja nasional Ping TV (Pinggiran Tapi Visioner). 

Prestasi di cabor tenis meja

BACA JUGA:Ini Juara Kejurnas Tenis Meja Gubernur Banten Cup 2026

Semasa hidup, almarhum beberapa kali menjadi pemain Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel. Yakni pada Porprov 1988, 2002, dan 2005. Pada Porprov 2002 meraih medali emas di nomor beregu saat itu almarhum mewakili Kabupaten Musi Banyuasin. Kemudian pada Porprov 2005 juga mewakili Muba, almarhum yang berpasangan dengan Harun meraih perunggu di nomor ganda. 

Selamat jalan Irvan Malik Siregar.

Sumber: