Awal Puasa, Indonesia Sama dengan Arab Saudi? ini Penjelasannya
Ilustrasi. Foto: Getty Images--
oganilir.co - Seminggu atau delapan hari lagi umat Islam di dunia akan melaksanakan ibadah puasa. Awal Ramadan sering tidak antara negara di Asia Tenggara dengan belahan dunia lainnya. Seperti halnya awal puasa Ramadan di Arab Saudi, apakah sama dengan di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut prediksi awal puasa Ramadan 2026 di Arab Saudi dan Indonesia.
Awal Puasa Ramadan 2026 di Arab
Dilansir dari Time Out Riyadh, menurut pengamatan yang dilakukan oleh Departemen Astronomi dan Ilmu Antariksa Universitas King Abdulaziz, Ramadan 2026 di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
BACA JUGA:Ivan Gunawan Puasa dan Lebaran di Tanah Suci
Jika prediksi tersebut dikonfirmasi dengan penampakan bulan sabit, maka puasa Ramadan 2026 akan berlangsung selama 29 hari, yang berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026. Dengan begitu, Idulfitri akan dimulai pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Namun, jika puasa Ramadan berlangsung selama 30 hari, maka Idulfitri akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Sementara itu, dilansir dari Al-Arabiya, Presiden Masyarakat Astronomi, Emirat Ibrahim al Jarwan mengatakan awal puasa Ramadan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Berdasarkan hasil prediksi, bulan sabit muncul pada Selasa, 17 Februari dan menghilang satu menit setelah matahari terbenam.
Artinya, kemungkinan hilal tidak terlihat dengan mata telanjang pada malam tersebut. Dengan begitu, puasa Ramadan 2026 akan dimulai pada 19 Februari 2026 dan Idul Fitri diprediksi jatuh pada 20 Maret 2026.
BACA JUGA:Kapan Puasa Ramadan 2026? ini Jadwalnya Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah
"Kamis, 19 Februari, akan menjadi hari pertama Ramadan, dan Jumat, 20 Maret, akan menandai hari pertama Syawal dan Idul Fitri," ujar Ibrahim al Jarwan.
Awal Puasa Ramadan 2026 di Indonesia
Berbeda dengan Arab Saudi, di Indonesia terdapat perbedaan waktu dalam menetapkan awal puasa Ramadan 2026 antara pemerintah dan beberapa organisasi Islam.
Saat ini, pemerintah belum menetapkan awal puasa Ramadan 2026. Ketetapan akan dilakukan berdasarkan hasil hisab dan rukyatul hilal di beberapa titik Indonesia, yang kemudian diumumkan melalui sidang isbat pada 17 Februari 2026 mendatang.
BACA JUGA:Jelang Bulan Ramadan, Harga Telur-Ayam di Palembang Naik
Meski begitu, jika merujuk pada prediksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) oleh Prof Thomas Djamaluddin, pemerintah menetapkan puasa Ramadan 2026 pada Kamis, 19 Februari 2026. Hal tersebut dikarenakan, posisi hilal pada 17 Februari 2026 masih berada di bawah ufuk.
Sementara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, telah menetapkan awal puasa Ramadan 2026 jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Ketetapan tersebut lahir berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) milik Muhammadiyah.
Sama dengan pemerintah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Belum menetapkan awal puasa Ramadan 2026. Penetapan resmi akan dilakukan pada akhir bulan Syaban nanti, dengan menggunakan metode hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).
Sumber:


