Kenapa Hari Minggu Terasa Cepat dan Hari Senin Terasa Lambat? Simak Penjelasan Psikologisnya
Kenapa Hari Minggu Terasa Cepat dan Hari Senin Terasa Lambat? --
oganilir.co - Setiap akhir pekan, banyak orang merasa waktu berjalan begitu cepat.
Hari Minggu baru dimulai, tahu-tahu sudah malam dan besok harus kembali bekerja atau sekolah.
Sebaliknya, hari Senin terasa begitu panjang dan melelahkan.
Fenomena ini bukan sekadar perasaan, tapi ada penjelasan psikologis di baliknya.
Hari Minggu Terasa Cepat karena Otak Sedang Bahagia
Hari Minggu sering jadi momen yang paling ditunggu.
Setelah lima hari penuh rutinitas, tubuh dan pikiran akhirnya bisa beristirahat.
Menurut psikolog, saat seseorang berada dalam suasana senang atau rileks, otak akan melepaskan hormon dopamin, zat yang membuat kita merasa bahagia.
Dopamin inilah yang memengaruhi cara otak memproses waktu.
Ketika seseorang sedang menikmati aktivitas menyenangkan, otak tidak fokus pada durasi, melainkan pada pengalaman.
Akibatnya, waktu terasa berjalan jauh lebih cepat.
Selain itu, karena Minggu sering dianggap sebagai “hari kebebasan”, banyak orang menaruh ekspektasi tinggi untuk menikmati waktu luang.
Sayangnya, waktu 24 jam terasa kurang sehingga muncul kesan bahwa hari Minggu berlalu begitu cepat.
Hari Senin Terasa Lambat karena Tubuh dan Pikiran Belum Siap
Sebaliknya, hari Senin jadi hari paling berat bagi banyak orang.
Setelah dua hari santai, otak dan tubuh perlu beradaptasi lagi dengan rutinitas.
Transisi dari rest mode ke work mode inilah yang membuat waktu terasa berjalan lambat.
Fenomena ini sering disebut Monday Blues, yaitu kondisi emosional yang membuat seseorang merasa malas, cemas, atau kehilangan motivasi di awal pekan.
Selain faktor psikologis, gaya hidup akhir pekan juga berpengaruh.
Tidur larut di Sabtu malam dan bangun siang di Minggu bisa mengacaukan ritme biologis tubuh.
Kondisi ini dikenal sebagai social jetlag, efeknya mirip seperti jetlag setelah bepergian lintas zona waktu.
Semuanya Tentang Persepsi, Bukan Waktu
Secara ilmiah, waktu berjalan dengan kecepatan yang sama setiap hari.
Namun, persepsi otak terhadap waktu sangat dipengaruhi oleh emosi, fokus, dan aktivitas kita.
Ketika senang dan sibuk, waktu terasa cepat.
Saat lelah atau stres, waktu seolah melambat.
Fenomena Minggu dan Senin hanyalah cerminan dari cara kerja pikiran manusia yang lebih peka terhadap suasana hati dibandingkan terhadap jarum jam.
Sumber:


