Dekati Kapal Induk Abraham Lincoln, Jet Tempur Siluman AS Tembak Drone Iran
Drone Iran dipamerkan memperiingati perang dengan Irak di Teheran pada 21 September 2024. Foto: AFP--
TEHERAN, oganilir.co - Iran mencoba drone-nya untuk mendekati kapal induk AS USS Abraham Lincoln yang berada di Laut Arab, Selasa (3/2/2026). Jet tempur siluman Amerika Serikat (AS) pun menembak jatuh drone Iran yang disebut bertindak agresif saat mendekati kapal induk tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika kapal induk Amerika sedang berlayar sekitar 800 kilometer dari pesisir Iran.
Juru bicara Komando Pusat AS (Centcom), Kapten Tim Hawkins, mengatakan bahwa pesawat F-35C dari kapal induk USS Abraham Lincoln menembak jatuh drone tersebut untuk melindungi kapal dan personel di dalamnya.
“Sebuah jet tempur F-35C dari Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran tersebut untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta personel di dalamnya,” ujar Hawkins dalam pernyataan resmi, dikutip dari kantor berita AFP.
BACA JUGA:Iran Minta Lokasi Pertemuan dengan AS di Oman? ini Isu yang Akan Dibahas
Menurutnya, drone jenis Shahed-139 itu tetap terbang mendekati kapal meski pasukan AS telah mengambil sejumlah langkah de-eskalasi.
Hawkins juga mengonfirmasi insiden terpisah pada hari yang sama, ketika dua kapal Iran dan satu drone mendekati kapal tanker berbendera AS, M/V Stena Imperative, di kawasan Selat Hormuz.
Kapal dan drone Iran itu dilaporkan bergerak dengan kecepatan tinggi, mengancam akan menaiki serta merebut kapal tanker tersebut.
Menanggapi situasi, kapal perusak AS USS McFaul dikerahkan untuk memberikan perlindungan, dengan dukungan dari Angkatan Udara AS. Kapal tanker M/V Stena Imperative kini dilaporkan "berlayar dengan aman", kata Hawkins.
BACA JUGA:Diancam AS, Garda Revolusi Iran Gelar Latihan Tembak di Selat Hormuz
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran. Ia mengancam akan melancarkan aksi militer dan mengirim armada kapal perang ke kawasan Timur Tengah, menyusul gelombang protes anti-pemerintah di Iran yang berujung pada penindakan keras bulan lalu.
Trump menyatakan harapannya agar AS dan Iran dapat menemukan jalan keluar melalui diplomasi, tetapi juga memperingatkan potensi situasi memburuk.
“Hal-hal buruk akan terjadi jika kesepakatan tidak tercapai,” ujarnya, seraya menekankan bahwa Washington tetap terbuka untuk negosiasi, sedangkan Iran berjanji akan memberikan respons tegas terhadap setiap bentuk agresi. (Kompas.com/dri)
Sumber:


