Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel
Naim Qassem. Foto: Antara--
BEIRUT, oganilir.co - Hizbullah mengingatkan Israel untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana di Timur Tengah. Pemimpin Hizbullah Naim Qassem pada Senin memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi respons yang "menyakitkan" jika ketegangan meningkat, dan menuduh Amerika Serikat (AS) secara langsung mendukung operasi militer Israel dan ekspansi regional.
Berbicara dalam sebuah upacara peringatan, Qassem menyampaikan dalam pidato yang disiarkan oleh saluran televisi al-Manar bahwa Israel sedang menjalankan strategi "tekanan maksimal" yang bertujuan untuk memaksa konsesi politik sembari menghindari biaya perang yang lebih luas.
Dia menambahkan bahwa meskipun Israel mungkin mencapai keunggulan militer taktis dalam konfrontasi tertentu, Israel tidak akan mampu memaksakan kendali atau stabilitas yang langgeng.
BACA JUGA:Diserang Israel, Hizbullah Akui Komandan Seniornya Tewas
Qassem menggambarkan Israel sebagai sebuah "entitas ekspansionis" yang berupaya memperluas kendali teritorial di seluruh Palestina dan kawasan tersebut.
Dia juga memperingatkan akan upaya aneksasi secara bertahap dan formal terhadap wilayah Tepi Barat yang diduduki. Qassem menyoroti perkembangan di Gaza, mengklaim bahwa sebagian besar wilayah tersebut kini berada di bawah kendali langsung Israel.
Dia menggambarkan AS sebagai "mitra penuh" dalam tindakan-tindakan Israel, seraya menuding bahwa Washington turut mengelola operasi dan memberikan dukungan politik dan diplomatik bagi kampanye militer maupun perluasan teritorial.
BACA JUGA:Mahmoud Abbas Bertemu Paus Leo XIV, Bahas Gencatan Senjata Israel-Hamas
Hizbullah dan Israel terlibat dalam pertempuran lintas perbatasan menyusul pecahnya konflik Gaza pada Oktober 2023.
Kesepakatan gencatan senjata antara kedua belah pihak telah berlaku sejak 27 November 2024. Meskipun kesepakatan tersebut berlaku, Israel terus melancarkan serangan berkala di Lebanon, dengan klaim bahwa serangan tersebut bertujuan untuk melenyapkan ancaman Hizbullah. (antaranews.com/dri)
Sumber:


