Eropa Kompak Tolak AS Terlibat dalam Perang Melawan Iran, ini Pernyataan Kepala Pemerintahannya

Eropa Kompak Tolak AS Terlibat dalam Perang Melawan Iran, ini Pernyataan Kepala Pemerintahannya

Donald Trump. Foto: Reuters--

BRUSSELS, oganilir.co - Keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta bantuan negara-negara Eropa membantu dalam perang melawan Iran, seperti bertepuk sebelah tangan. Negara-negara Eropa kompak menolak desakan Trump untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz.

Ditegaskan oleh negara-negara Eropa bahwa mereka tidak berniat untuk terlibat secara militer dalam konflik yang meningkat antara AS dan Israel dengan Iran.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (17/3/2026), mengatakan bahwa negara-negara Uni Eropa "tidak memiliki keinginan untuk secara aktif terlibat dalam aksi militer terhadap Iran".

BACA JUGA:Infantino Pastikan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026

Dalam pernyataan yang disampaikan setelah pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kallas menegaskan bahwa Eropa "tidak tertarik pada perang tanpa akhir". Dia juga menyebut bahwa perang melawan Iran bukanlah "perangnya Eropa".

Kallas menyoroti Uni Eropa berfokus pada penguatan keamanan maritim, tetapi juga menegaskan bahwa tidak ada keinginan di antara negara-negara anggota untuk memperluas misi saat ini, seperti Operasi Aspides di Laut Merah atau memperluasnya ke Selat Hormuz.

"Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini," tegasnya, sembari menekankan bahwa prioritas Uni Eropa tetaplah menjaga kebebasan navigasi dan mengintensifkan upaya-upaya diplomatik.

BACA JUGA:Iran Tegaskan Akhiri Perang, Bukan Gencatan Senjata

Menlu Italia Antonio Tajani menggemakan posisi tersebut, dengan menggarisbawahi bahwa misi Angkatan Laut Uni Eropa yang bertugas mengawal kapal dagang dan operasi antipembajakan, tidak dirancang untuk beroperasi di Selat Hormuz.

"Kami bersedia memperkuat misi-misi ini. Tetapi saya rasa misi-misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz," ucapnya.

Jerman juga menolak untuk mengirimkan pasukan ke kawasan Teluk. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan bahwa Berlin "tidak akan melakukannya" dan menyerukan solusi politik yang cepat untuk konflik tersebut.

BACA JUGA:Israel Keteteran, Rudal Pencegat Menipis, Andalkan Iron Dome-David's Sling Cegah Serangan Iran

Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer juga menolak tekanan AS untuk bergabung dalam upaya militer di Selat Hormuz. Dia menegaskan bahwa Inggris "tidak akan terseret ke dalam perang yang lebih luas".

Polandia dan Belgia juga menolak seruan AS untuk mengerahkan aset angkatan laut, dan menegaskan kembali fokus pada diplomasi serta stabilitas regional.

Sumber: