Ternyata ini Penyebab Pusing saat Berpuasa dan Cara Mengatasinya

Ternyata ini Penyebab Pusing saat Berpuasa dan Cara Mengatasinya

Penyebab Pusing saat Berpuasa--

oganilir.co - Pusing menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami sebagian orang saat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kondisi ini kerap muncul akibat perubahan pola makan, waktu istirahat, serta asupan cairan harian yang berbeda dari biasanya.

Keluhan pusing umumnya terasa pada siang hingga menjelang sore ketika cadangan energi tubuh mulai berkurang. Pada sebagian orang, gejala ini bersifat ringan, tetapi pada kondisi tertentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Memahami penyebab pusing saat berpuasa menjadi langkah penting agar kondisi tersebut dapat dicegah sejak awal. Selain itu, penerapan pola hidup yang tepat juga membantu mengatasi keluhan agar puasa tetap berjalan lancar.

Melansir laman Rumah Sakit Darmo, pusing saat berpuasa berkaitan dengan perubahan fisiologis tubuh ketika tidak ada asupan makanan dan minuman. Selama puasa, tubuh beradaptasi dengan menggunakan cadangan energi, mengatur ulang keseimbangan cairan, dan menyesuaikan tekanan darah.

BACA JUGA:Inilah 6 Cara agar Tidak Haus Saat Waktu Puasa

BACA JUGA:Rahasia Mengatur Asupan saat Puasa agar Berat Badan Tetap Ideal

Berikut beberapa penyebab pusing saat berpuasa yang perlu diketahui masyarakat agar dapat diantisipasi sejak awal:

1. Dehidrasi

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam sehingga berisiko mengalami dehidrasi ringan hingga sedang. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan volume darah yang berpengaruh pada sirkulasi ke seluruh tubuh.

2. Gula Darah Menurun

Puasa membuat tubuh menggunakan cadangan energi dalam waktu yang lebih panjang dari biasanya. Jika asupan karbohidrat saat sahur tidak mencukupi, kadar gula darah dapat menurun secara bertahap sepanjang hari.

3. Tekanan Darah Rendah

Pada sebagian orang, puasa dapat memicu penurunan tekanan darah akibat perubahan pola makan dan cairan. Pusing sering muncul ketika seseorang berdiri secara tiba-tiba dari posisi duduk atau berbaring.

BACA JUGA:Simak! Niat dan Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadhan

BACA JUGA:10 Tips Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa

4. Kurang Tidur

Perubahan jadwal tidur selama Ramadan, seperti tidur lebih larut dan bangun lebih pagi untuk sahur, dapat mengurangi waktu istirahat. Kurang tidur dapat memengaruhi fungsi otak serta sistem saraf sehingga keluhan pusing lebih mudah muncul.

5. Asupan Gizi Tidak Seimbang

Terlalu banyak mengonsumsi makanan terlalu manis saat berbuka dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat kemudian turun drastis. Selain itu, kekurangan protein, karbohidrat kompleks, serta mineral penting juga dapat memperberat keluhan pusing.

Selain itu, aliran darah ke otak juga ikut dapat berkurang sehingga memicu rasa pusing. Akibatnya, kepala terasa ringan, berkunang-kunang, dan tubuh lebih cepat lelah dibandingkan hari biasa.

Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh terasa pusing dan kurang bertenaga saat menjalankan aktivitas harian. Selain itu, seseorang dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi dan lebih mudah merasa lemas dalam waktu relatif singkat.

BACA JUGA:Puasa Pengganti Ibu Hamil, Fidyah atau Qadha?

BACA JUGA:Inilah Manfaat Minum Teh Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Pusing saat puasa memiliki tingkat keparahan yang berbeda pada setiap individu yang mengalaminya. Pusing ringan biasanya hanya berlangsung sesaat dan membaik setelah tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Pusing sedang mulai mengganggu aktivitas dan sering disertai rasa lemas serta sulit fokus. Sementara pusing berat dapat disertai mual hebat, penglihatan kabur, bahkan nyeri dada yang memerlukan perhatian medis.

Untuk mencegah dan mengatasi pusing saat berpuasa, beberapa langkah berikut dapat diterapkan secara konsisten:

• Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara bertahap dari waktu berbuka hingga sahur

• Jangan melewatkan sahur dan pilih menu bergizi seimbang agar energi bertahan lebih lama

• Konsumsi karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah untuk menjaga kestabilan gula darah

• Hindari berdiri secara tiba-tiba agar tidak terjadi penurunan tekanan darah mendadak

• Pastikan waktu tidur cukup dan berkualitas minimal enam hingga tujuh jam per hari

Pusing saat berpuasa juga perlu diwaspadai apabila tidak membaik meski sudah beristirahat dengan cukup. Segera periksakan diri ke tenaga kesehatan jika keluhan disertai pingsan, muntah hebat, atau nyeri dada.

Sumber: