Lebanon-Israel Siap Gencatan Senjata, AS Mediator
Serangan Israel ke Lebanon. Foto: Getty Images--
oganilir.co - Upaya gencatan senjata dirintis Lebanon dengan Israel. Kepresidenan Lebanon mengatakan akan ada pertemuan dengan Israel pekan depan untuk membahas gencatan senjata dalam perang Israel-Hizbullah. Pertemuan direncanakan berlangsung di Washington
Dilansir AFP, duta besar Lebanon dan Israel untuk Washington dan duta besar AS untuk Lebanon, yang berada di Amerika Serikat melakukan panggilan telepon pada Jumat (10/4). Dalam komunikasi tersebut, disepakati pertemuan pertama diadakan Selasa (14/4) mendatang.
"Selama panggilan tersebut, disepakati untuk mengadakan pertemuan pertama Selasa depan di Departemen Luar Negeri untuk membahas deklarasi gencatan senjata dan tanggal dimulainya negosiasi antara Lebanon dan Israel di bawah naungan AS," tambah pernyataan itu.
BACA JUGA:Diserang Israel, Hizbullah Akui Komandan Seniornya Tewas
Pertemuan itu memungkinkan dimulainya negosiasi antara kedua negara tersebut.
Pemimpin Hizbullah Buka Suara
Sebelumnya, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, meminta pemerintah Lebanon tidak lagi memberikan konsesi cuma-cuma kepada Israel. Seruan itu disampaikan menjelang rencana negosiasi antara kedua pihak yang akan digelar di Washington pekan depan.
Dilansir AFP, Jumat (10/4/2026) dalam pernyataan tertulis yang disiarkan melalui televisi Al-Manar, Qassem menegaskan sikap tegas kelompoknya terhadap situasi tersebut.
"Kami tidak akan menerima kembalinya situasi sebelumnya, dan kami menyerukan kepada para pejabat untuk berhenti menawarkan konsesi cuma-cuma," kata Qassem.
BACA JUGA:Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel
Ia juga mengecam keras serangan yang terjadi pada Rabu lalu, yang disebutnya sebagai "kejahatan berdarah". Dalam insiden tersebut, serangan Israel dilaporkan menewaskan lebih dari 300 orang di Lebanon.
Netanyahu Buka Opsi Dialog dengan Lebanon
Netanyahu, pada Kamis (9/4) kemarin, mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa dirinya telah menginstruksikan para pejabat Tel Aviv untuk memulai negosiasi langsung dengan Beirut "sesegera mungkin", meskipun serangan udara Israel terus berlanjut di seluruh Lebanon.
Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan bahwa negosiasi akan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan membangun "hubungan damai" Israel-Lebanon.
BACA JUGA:Mahmoud Abbas Bertemu Paus Leo XIV, Bahas Gencatan Senjata Israel-Hamas
Sumber:


