Namun, sebut Razarudin, pihak Kepolisian Malaysia tidak mempercayai begitu saja pengakuan pria Israel itu.
BACA JUGA:Israel Ancam Serang Rafah, Joe Biden Angkat Bicara
"Tersangka mengklaim bahwa dirinya memasuki negara ini untuk memburu dan membunuh sesama warga Israel karena perselisihan keluarga," ungkap Razarudin.
Ditambahkan Razarudin, seperti dilansir Benar News, bahwa pihak kepolisian juga sedang menyelidiki apakah pria Israel itu merupakan anggota badan intelijen Israel, Mossad.
"Kami tidak mempercayai kata-katanya dan tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa dia memiliki agenda lainnya," ucapnya.
Dia menambahkan bahwa kepolisian meyakini pria Israel itu tidak bertindak sendirian dan ada beberapa kontak yang bekerja sama dengannya yang masih harus diidentifikasi lebih lanjut.