Xi Jinping Pecat 2 Jenderal Dekat, ini Isu yang Beredar tentang Kesalahannya

Senin 26-01-2026,17:11 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

BACA JUGA:Buntut Pernyataan PM Takaichi Soal Taiwan, Hubungan China-Jepang Memanas

Disebutkan juga oleh WSJ dalam laporannya bahwa Zhang diduga menerima suap dalam jumar besar dari mantan Menteri Pertahanan Nasional Li Shangfu untuk membantunya mendapatkan promosi jabatan. 

Tidak hanya itu, menurut WSJ, Zhang juga dituduh membentuk kelompok-kelompok yang akan mengikis persatuan Partai Komunis

Tidak hanya itu, menurut WSJ, Zhang juga dituduh membentuk kelompok-kelompok yang akan mengikis persatuan Partai Komunis China dan menyalahgunakan kekuasaannya dalam Komisi Militer Pusat.

Beredar Rumor Liar Soal Upaya Kudeta terhadap Xi Jinping

Selain dugaan-dugaan di atas, muncul juga rumor liar soal upaya kudeta tingkat tinggi yang gagal. Media AS, Epoch Times, yang kritis terhadap China melaporkan, dengan mengutip sumber, bahwa Zhang dan Liu sempat berupaya menangkap Xi namun berujung kegagalan.

BACA JUGA:Tumbangkan Ganda China, Fajar/Fikri Tembus Final Denmark Open 2025

"Zhang Youxia dan Liu Zhenli berusaha menangkap Xi Jinping pada malam hari tanggal 18, tetapi informasi bocor dua jam sebelumnya, dan Xi telah meninggalkan hotel tempat dia berencana menginap, sehingga menggagalkan upaya tersebut," demikian bunyi laporan Epoch Times, yang belum bisa diverifikasi kebenarannya.

Disebutkan juga bahwa ada baku tembak dalam upaya kudeta tersebut. "Pihak Zhang, tidak menyadari adanya kebocoran informasi, mengirimkan tim pendahulu sesuai rencana, dan baku tembak terjadi antara mereka dan para personel yang dikerahkan Xi Jinping, memicu korban jiwa di kedua pihak," sebut laporan itu.

Sejauh ini tidak ada tanggapan langsung dari pemerintah China terkait dugaan dan rumor yang beredar.

Akan sangat mengejutkan jika rumor yang beredar itu benar adanya. Namun di sisi lain, ada alasan kuat mendasari kemungkinan rumor itu tidak benar. Terlepas dari itu, hampir mustahil untuk membuktikan kebenaran rumor tersebut mengingat minimnya informasi dari pemerintah China. (detik.com/dri)

 

Kategori :