Kapal Induk USS Gerald R Ford Memasuki Laut Mediterania, Warga Iran Cemas

Senin 23-02-2026,06:47 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

BACA JUGA:Diancam AS, Garda Revolusi Iran Gelar Latihan Tembak di Selat Hormuz

Pemerintah Serbia telah meminta warga negara Serbia pada pertengahan Januari untuk meninggalkan Iran dan tidak melakukan perjalanan ke sana, seiring otoritas Iran melancarkan penindakan mematikan terhadap gerakan protes massal.

"Karena situasi keamanan yang memburuk, warga negara Republik Serbia tidak disarankan untuk melakukan perjalanan ke Iran dalam waktu dekat," kata Kementerian Luar Negeri Serbia dalam sebuah pernyataan terbaru di situs webnya yang diterbitkan pada Jumat malam hingga Sabtu pagi waktu setempat.

"Semua orang yang berada di Iran disarankan untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2).

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard dalam unggahan di media sosial X menyampaikan "seruan kerasnya kepada warga Swedia yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara itu".

BACA JUGA:Tak Berikan Amnesti Kepada Netanyahu, Trump Sindir Presiden Israel

Imbauan Kepada WNI di Iran

Pelaksana tugas (Plt) Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan Kemlu melalui KBRI Tehran memantau perkembangan kondisi keamanan Iran. Saat ini situasi di Tehran masih berjalan normal.

"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tehran masih terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran, dan hingga saat ini, situasi di Tehran dan kota-kota lainnya terpantau berjalan normal serta kondusif," ujar Heni saat dihubungi detikcom, Minggu (22/2).

Dia mengatakan KBRI terus memantau keberadaan WNI dan menjalin komunikasi aktif. Hingga saat ini belum ada laporan WNI yang mendapat ancaman atau situasi membahayakan keselamatan.

BACA JUGA:Kebijakan Tarif Trump, Air Canada Setop Penerbangan ke Kuba

"Terkait keberadaan WNI di Iran, KBRI senantiasa memantau dan menjalin komunikasi aktif. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan," ucapnya.

Saat ini, Pemerintah masih menetapkan status siaga 1 untuk Iran sejak Juni 2025. Semua plan contingency disiapsiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan.

"KBRI Tehran mengimbau seluruh WNI di Iran untuk terus meningkatkan kewaspadaan, turut memantau perkembangan situasi terkini, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran," jelasnya.

Terpisah, Jubir Kemlu Vahd Nabyl mengatakan Kemlu mengamati perkembangan situasi di Iran. Berdasarkan informasi KBRI, tak ada laporan dari WNI menghadapi kondisi yang membahayakan keselamatan.

BACA JUGA:Jerman Serukan Boikot Piala Dunia 2026, Dampak Trump Ngotot Caplok Greenland

Kategori :