Dunia Menunggu Sikap China-Rusia Terhadap Iran yang Dikeroyok AS dan Israel

Rabu 04-03-2026,10:05 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

China telah berperan sebagai penyokong diplomatik bagi Teheran dengan menggunakan hak veto atau ancaman veto untuk melemahkan resolusi PBB. Namun, Beijing tidak pernah menawarkan intervensi militer langsung.

Strategi China selalu bertujuan membuat AS tetap terjebak di Timur Tengah, tanpa memicu keruntuhan total kawasan yang bisa melambungkan harga minyak dunia. Bagi China, munculnya rezim pro-Barat di Teheran akan menjadi kekalahan geopolitik besar.

BACA JUGA:Kapal Induk USS Gerald R Ford Memasuki Laut Mediterania, Warga Iran Cemas

Iran bukan hanya pemasok energi, tetapi juga representasi politik yang menjadi penyeimbang signifikan terhadap pengaruh AS di kawasan. Jika Republik Islam Iran runtuh, maka kredibilitas mekanisme multilateral yang selama ini coba diperkuat Moskow dan Beijing juga akan runtuh.

Tanpa invasi penuh AS-Israel ke Iran, struktur politik dan militer di negara itu kemungkinan besar masih akan bertahan. China diprediksi akan memainkan 'strategi jangka panjang', yaitu berusaha menjalin hubungan baik dengan siapa pun yang kelak menggantikan posisi Khamenei sebagai pemimpin Iran. Sementara itu, Rusia akan mencari peluangnya sendiri. (detik.com/dri)

 

Kategori :