Kapal Induk USS Gerald R Ford Memasuki Laut Mediterania, Warga Iran Cemas

Kapal Induk USS Gerald R Ford Memasuki Laut Mediterania, Warga Iran Cemas

Kapal Induk Abraham Lincoln di Laut Mediterania. Foto: AFP--

oganilir.co - Ketegangan di Timur Tengah semakin terlihat. Ini setelah kapal induk terbesar milik AS telah mendekat ke wilayah Iran.

Dilansir dari detikcom, Ahad (22/2/2026), kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, terlihat memasuki Laut Mediterania pada Jumat (20/2) waktu setempat. Kapal tersebut telah diperintahkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk berangkat ke Timur Tengah sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer besar-besaran di tengah ketegangan dengan Iran.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2), kapal induk tersebut terlihat melintasi Selat Gibraltar -- yang menghubungkan Samudra Atlantik ke Mediterania -- dalam foto yang diambil dari sisi Gibraltar di selat tersebut.

BACA JUGA:Trump Tebar Ancaman, Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran

Kapal induk tersebut akan bergabung dengan kapal induk AS lainnya, USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang pengiringnya yang telah lebih dulu tiba di kawasan Timur Tengah.

Trump mengatakan pada hari Jumat (20/2) waktu setempat, bahwa ia "mempertimbangkan" serangan terbatas terhadap Iran, jika negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan.

Sebelumnya Trump juga sudah mengisyaratkan pada hari Kamis (19/2) bahwa "hal-hal buruk" akan terjadi, jika Teheran tidak mencapai kesepakatan dalam waktu 10 hari, yang kemudian diperpanjangnya menjadi 15 hari.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/2), ketika ditanya oleh seorang reporter pada hari Jumat (20/2) apakah ia sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas, Trump menjawab: "Yang paling bisa saya katakan - saya sedang mempertimbangkannya."

BACA JUGA:Militer AS Matangkan Persiapan Serang Iran, Perang Diperkirakan Terjadi Berminggu-Minggu

Warga Teheran Tak Bisa Tidur Nyenyak

Ketegangan Iran dan AS membuat warga yang tinggal di Teheran tidak bisa tidur nyenyak. Bayang-bayang perang menghantui tidur mereka.

Warga Teheran, Hamid, mengaku sulit tidur karena kekhawatirannya terhadap konflik yang kembali berkobar menghantui ibu kota Iran setelah perang 12 hari dengan Israel tahun lalu.

"Saya tidak bisa tidur nyenyak di malam hari meskipun sudah minum obat," kata Hamid kepada AFP, Ahad (22/2/2026).

Diketahui, Teheran dikejutkan oleh ledakan pada malam hari di tanggal 12 hingga 13 Juni tahun lalu, tepatnya saat musuh bebuyutan Iran, Israel, melancarkan kampanye militer yang belum pernah terjadi sebelumnya. Akibatnya terjadi saling serang antara Iran dan Israel.

Sumber: