Tradisi Mudik di Maluku Bukan Hanya Pulang Kampung Tetapi Merayakan Kebersamaan

Tradisi Mudik di Maluku Bukan Hanya Pulang Kampung Tetapi Merayakan Kebersamaan

Penumpang menunggu antrean menuju kapal di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon. Foto: Antara--

Bagi para pemudik, situasi tersebut menjadi bagian dari risiko perjalanan laut yang sudah lama mereka pahami. Tidak jarang para penumpang harus menunggu berjam-jam di pelabuhan ketika kapal menunda keberangkatan demi keselamatan pelayaran.

Kampong game-game

Maluku memiliki istilah lokal "Kampong game-game" yang bermakna kerinduan akan kampung halaman. Bagi banyak orang dari pulau-pulau di Maluku yang merantau ke kota seperti Ambon maupun ke luar daerah, kampong game-game menjadi simbol tempat asal-usul keluarga.

Di sanalah akar kekerabatan, marga, dan ikatan adat tetap hidup dan terpelihara. Karena itu, setiap menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri, tradisi mudik di wilayah kepulauan Maluku kerap dimaknai sebagai perjalanan pulang ke kampong game-game, yakni kembali ke negeri asal untuk bertemu keluarga besar dan merayakan kebersamaan.

BACA JUGA:Hutama Karya Berlakukan Potongan Tarif Tol 30 Persen di Sejumlah Jalan Tol, Saat Mudik Lebaran 2026

Jarak dan waktu tempuh tidak mengurangi kerinduan untuk kembali ke negeri asal, bertemu keluarga besar, serta merayakan hari raya bersama dalam suasana kebersamaan yang khas masyarakat kepulauan.

Di tengah tradisi tersebut, operator transportasi laut juga mencatat peningkatan jumlah penumpang setiap menjelang Lebaran. PT Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Ambon memperkirakan lonjakan penumpang kapal pada musim mudik Idulfitri 2026 seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang ingin pulang ke daerah asal di berbagai pulau di Maluku dan wilayah Indonesia timur.

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Ambon melakukan berbagai langkah pengawasan keselamatan pelayaran, termasuk pemeriksaan kelayakan kapal dan kesiapan armada, mengingat transportasi laut merupakan moda utama yang menopang arus mudik di wilayah kepulauan.

BACA JUGA:6 Tanda Kepribadian Orang yang Selalu Memilih Kursi Dekat Lorong saat Mudik atau Bepergian

Pemerintah daerah

Pemerintah daerah juga berupaya memperluas akses transportasi bagi masyarakat dengan menghadirkan program mudik gratis melalui jalur laut. Pemerintah Provinsi Maluku menyediakan sekitar 14.000 tiket kapal gratis untuk masyarakat pada mudik Idulfitri 2026, meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 10.600 tiket.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menjelaskan bahwa penyediaan tiket mudik gratis tersebut bertujuan membantu masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, sekaligus memperkuat akses transportasi bagi warga di wilayah kepulauan.

Ia menilai peningkatan kuota tiket tersebut sebagai bukti bahwa pemerintah berupaya menghadirkan pelayanan transportasi yang lebih luas bagi masyarakat Maluku, terutama bagi mereka yang harus menempuh perjalanan laut yang panjang untuk pulang ke desa asal.

BACA JUGA:Korem 044/Gapo Laksanakan Penambalan Jalan Berlubang Dukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran

Dalam pelepasan peserta mudik kapal di Ambon, Gubernur juga menyampaikan harapan agar seluruh penumpang dapat melakukan perjalanan dengan aman dan selamat hingga tiba di tujuan serta dapat berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.

Sumber: