IRGC Luncurkan Rudal Sejjil, Si Burung Ababil Hancurkan Pasukan Gajah
Rudal Sejjil. Foto: IRGC via AFP--
oganilir.co - Republik Islam Iran punya banyak jenis rudal bukan isapan jempol. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal Sejjil untuk membalas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Ahad (15/3). Ini merupakan pertama kalinya rudal tersebut diluncurkan dalam Operasi True Promise 4.
Sejjil diluncurkan bersama dengan rudal superberat Khorramshahr, yang dilengkapi dengan hulu ledak seberat dua ton, serta dengan rudal Khaybar-shekan (Khaybar-buster), Qadr, dan Emad.
Ini merupakan kali kedua Iran mengerahkan rudal Sejjil dalam pertempuran. Rudal yang disimpan bertahun-tahun itu pertama kali dipakai tempur dalam perang Israel vs Iran pada Juni 2025.
Dikutip dari CSIS Missile Defense Project, rudal Sejjil adalah rudal balistik jarak menengah (medium-range ballistic missile/MRBM) buatan dalam negeri Iran yang menggunakan bahan bakar padat (solid-propellant).
BACA JUGA:Qatar Serukan Perundingan, Minta Iran Hentikan Serangan
Berbeda dengan rudal berbahan bakar cair seperti Shahab-3, rudal berbahan bakar padat seperti Sejjil tidak memerlukan proses pengisian bahan bakar sebelum peluncuran sehingga lebih cepat dikerahkan dan sulit terdeteksi.
Rudal Sejjil memiliki panjang 18 meter, diameter 1,25 meter, dan berat peluncuran keseluruhan sebesar 23.600 kilogram. Rudal ini mampu membawa muatan sekitar 700 kilogram hingga jangkauan 2.000 kilometer.
Sejjil dipercaya memiliki daya jelajah sekitar 2.000-2.500 kilometer, angka yang cukup untuk menyerang Israel, Arab Saudi, dan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Kecepatan Sejjil mencapai Mach 12-14 saat memasuki atmosfer dan Mach 5 saat mengenai target.
Kata "Sejjil" (سِجِّيل) berasal dari bahasa Arab dan disebut dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Fil ayat 4.
BACA JUGA:Balas Serangan, Iran Serang Tempat Penyimpanan BBM Israel
Dalam konteks tersebut, "sejjil" merujuk pada batu dari "tanah liat yang dibakar", yang digunakan oleh burung Ababil untuk menghancurkan pasukan bergajah. Nama ini juga digunakan dalam bahasa Persia dengan makna yang serupa.
Lebih lanjut, peluncuran uji coba pertama rudal ini dilakukan pada 2008 dan rudal tersebut dilaporkan terbang sejauh 800 kilometer.
Peluncuran kedua dilakukan pada Mei 2009 untuk menguji sistem panduan dan navigasi yang telah ditingkatkan.
Sumber:


