Tradisi Mudik di Maluku Bukan Hanya Pulang Kampung Tetapi Merayakan Kebersamaan
Penumpang menunggu antrean menuju kapal di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon. Foto: Antara--
Bagi masyarakat Maluku, perjalanan laut tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional yang membawa kerinduan untuk kembali ke rumah, bertemu orang tua, saudara, dan kerabat yang telah lama ditinggalkan karena merantau.
Di sisi lain, musim mudik juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir. Aktivitas di sekitar pelabuhan meningkat, mulai dari pedagang makanan, jasa transportasi lokal hingga penginapan sederhana yang dipadati oleh penumpang yang menunggu keberangkatan kapal.
BACA JUGA:Selama Mudik Lebaran 2026, HK Terapkan Pembatasan Operasional Angkutan Barang di Sejumlah Jalan Tol
Di tengah bentangan laut yang luas dan jarak antarpulau yang tidak dekat, mudik di Maluku tetap bertahan sebagai tradisi yang terus dijaga. Kapal-kapal yang berangkat dari pelabuhan bukan hanya mengangkut penumpang, tetapi juga membawa cerita tentang perjalanan panjang menuju rumah sebuah perjalanan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kepulauan dari generasi ke generasi. (antaranews.com/dri)
Sumber:


