Inilah 5 Jenis Tanaman Sayur Merambat yang Cocok Dibudidayakan di Rumah
Tanaman Sayur Merambat yang Cocok Dibudidayakan di Rumah--
oganilir.co - Mengenal tanaman sayur merambat sangat bermanfaat bagi Anda yang ingin memaksimalkan lahan rumah, terutama jika ruang tanam terbatas tetapi kebutuhan konsumsi sayur tetap tinggi.
Banyak sayuran merambat yang tumbuh cepat, produktif, dan tidak membutuhkan lahan luas karena dapat diarahkan ke rambatan vertikal seperti teralis, para-para, pagar, atau tiang sederhana.
Dengan teknik budidaya yang tepat, tanaman rambat tidak hanya menghasilkan panen melimpah, tetapi juga berfungsi sebagai peneduh, dekorasi hijau, dan pengisi ruang kosong di halaman rumah.
Setiap jenis tanaman merambat memiliki kebiasaan tumbuh, kebutuhan cahaya, dan karakter panen yang berbeda.
BACA JUGA:Simak! 7 Rekomendasi Sayuran yang Tinggi Kalsium : Bantu Tulang Sehat saat Menua
BACA JUGA:9 Jenis Sayuran yang Tinggi Protein, Bikin Kenyang Tahan Lama dan Cocok Buat Diet
Artikel ini membahas tanaman rambat populer yang mudah dibudidayakan di rumah serta media tanam yang cocok untuk menunjang pertumbuhannya.
Tanaman Sayur Merambat
1. Kacang Panjang
Kacang panjang adalah tanaman sayur merambat yang tumbuh sangat cepat dan produktif, menghasilkan polong sepanjang 20 sampai 30 cm dengan kandungan protein dan serat tinggi.
Tanaman ini cocok dibudidayakan di rumah karena bisa tumbuh di pot atau polybag berukuran sedang.
Media idealnya adalah tanah gembur yang kaya bahan organik serta mendapat sinar matahari penuh.
BACA JUGA:Simak! Ini 5 Manfaat Sayur Sawi dan Efek Sampingnya
BACA JUGA:Simak! Ternyata 7 Sayuran Ini Tinggi Kolagen, Bikin Kamu Awet Muda
Sediakan para-para bambu setinggi 1,5 sampai 2 meter agar sulurnya dapat merambat stabil.
Panen dapat dilakukan mulai umur 45 hingga 60 hari setelah tanam, terutama ketika polong telah mencapai ukuran maksimal tetapi masih muda dan renyah.
2. Mentimun
Mentimun termasuk tanaman merambat yang panjangnya bisa mencapai 2 sampai 3 meter dengan buah segar yang sering digunakan untuk lalapan, salad, maupun jus.
Mentimun menyukai tanah lembap dengan drainase baik sehingga penyiraman harus rutin tetapi tidak berlebihan.
Benih dapat disemai di pot kecil lalu dipindahkan ke media yang lebih luas dengan jarak tanam sekitar 50 cm.
Arahkan batang merambat ke teralis atau pagar agar tanaman tumbuh lebih rapi dan buah tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
Panen dilakukan pada umur sekitar 50 hari atau saat buah mencapai panjang 15 sampai 20 cm.
3. Pare
Pare adalah tanaman sayur merambat yang tumbuh kuat hingga tinggi 5 meter, menghasilkan buah pahit yang kaya nutrisi dan sering dikonsumsi untuk menjaga gula darah serta kesehatan pencernaan.
Tanaman pare memerlukan media subur berbasis bahan organik, sinar matahari langsung, serta para-para yang kokoh untuk menahan rambatannya.
Benih biasanya ditanam langsung di media tanam, lalu diberi pupuk kompos setiap dua minggu agar pertumbuhannya lebih optimal.
Pare dapat dipanen pada umur 60 sampai 70 hari, terutama saat buah masih muda agar tingkat kepahitan tidak terlalu tinggi.
4. Labu Siam
Labu siam merupakan tanaman merambat agresif yang dapat mencapai panjang hingga 10 meter dan terkenal sangat produktif, menghasilkan 50 sampai 100 buah per musim.
Budidayanya di rumah sangat memungkinkan karena rambatannya dapat diarahkan secara vertikal agar tidak memakan banyak ruang.
Labu siam dapat ditanam dari biji utuh atau tunas yang telah tumbuh.
Siram secukupnya dan hindari genangan air karena akar mudah membusuk jika kelembapannya terlalu tinggi.
Umumnya panen dilakukan pada umur 3 sampai 4 bulan ketika buah masih berduri halus dan teksturnya empuk.
5. Kecipir
Kecipir adalah tanaman sayur merambat dengan polong empat sayap yang unik, kaya protein, antioksidan, dan seluruh bagian tanamannya dapat dimakan, termasuk daun dan bunga.
Kecipir cocok untuk lahan sempit karena cukup menggunakan para-para sederhana dengan tinggi sekitar 2 sampai 3 meter.
Benih ditanam pada tanah gembur dengan pH 6 sampai 7 agar pertumbuhan lebih optimal.
Panen polong muda dapat dilakukan sekitar umur 50 hari, sedangkan daun dan bunga bisa dipetik sewaktu-waktu sesuai kebutuhan memasak.
Sumber:

