Tak Dibelikan Buku-Pulpen, Murid SD di Ngada Gantung Diri, ini Ceritanya
Surat tulisan tangan yang ditulis YBR sebelum gantung diri. --
Diberitakan sebelumnya, korban laki-laki berinisial YBR ini gantung diri di pohon cengkeh di kebun milik neneknya, Kamis (29/1/2026). Pohon cengkeh itu hanya berjarak sekitar tiga meter dari pondok.
"Pohon cengkih tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter," kata Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage.
YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya di pondok tersebut. Orang tuanya berada di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, korban menginap di rumah orang tuanya. Paginya dia kembali ke pondok. Dia tidak pergi sekolah, tapi malah gantung diri.
BACA JUGA:Anda Mau Studi S3 ke Luar Negeri? IsDB Berikan Beasiswa Penuh, ini Syaratnya
Saat kejadian itu, neneknya tidak ada di pondok tersebut. Sang nenek berada di rumah tetangga sejak malam untuk membantu memecahkan kemiri. Neneknya mengetahui YBR gantung diri setelah diberitahu oleh warga.
"Omanya bantu pecah kemiri di rumah tetangga. Nginap di rumah tetangga. Korban ini malamya tidur di rumah orang tuanya," jelas Bernardus.
Korban ditemukan gantung diri oleh warga yang pergi mengikat ternaknya di kebun nenek YBR. Seusai mengikat ternaknya, warga tersebut ke pondok hendak memberi tahu nenek YBR untuk memerhatikan ternaknya. Saat itulah warga tersebut menemukan korban gantung diri di pohon cengkih. (detik.com/dri)
Sumber:


