Gubuk Reot Pasutri Di Pemulutan Dibongkar, Baznas Siap Bangun Kembali

Gubuk Reot Pasutri Di Pemulutan Dibongkar, Baznas Siap Bangun Kembali

anggota Babinsa TNI bersama warga membongkar rumah warga yang tidak layak huni di Desa Sribanding Pemulutan Barat--

        OGAN ILIR, OGAN ILIR.CO- Gubuk reot yang dihuni pasangan suami istri (Pasutri) Nuraini (45) dan Suaminya bersama putra semata wayang yang berusia 7 tahun, di Dusun II Desa Sribanding Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir, akhirnya dibongkar untuk dilakukan pembedahan.

Pembongkaran berlangsung Senin, 21 November 2022 oleh Babinsa Koramil 402-12/Pemulutan Sertu Rahman bersama warga Desa Sribanding.

“Anggota kita Sertu Rahman Babinsa Koramil 402-12/Pemulutan  bersama warga Desa Sribanding hari ini melakukan pembongkaran rumah Nuraini,’’kata Pabung  Kodim 0402 OKI/OI Mayor Infantri  Jauhari, Senin , 21 November 2022 kepada oganilir.co .

Menurut Mayor Infantri Jauhari, rencananya setelah dibongkar, kediaman Nuraini yang tidak layak huni dan terpencil ini akan dibedah oleh  pemerintah daerah bekerjasama dengan Baznas Ogan Ilir.

BACA JUGA:Hujan dan Kepanasan, Pasutri Di Pemulutan Tinggal di Gubuk Reot

Seperti diketahui, warga Dusun II Desa Sribanding Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir ini, tinggal disebuah gubuk reot beratapkan  dan berdinding daun nipah yang sudah bolong-bolong karena rusak dimakan usia .

        Ketika hujan turun, mereka bertiga harus berbasah-basahan, karena tidak ada tempat tinggal lain, angin malam sepertinya sudah tidak dirasakan lagi begitu pula ketika terik matahari menyinari gubuk deritanya, harus pasrah dengan keadaan.

        “Kami sudah lama tinggal disini, kalau pondok ini kami buat sendiri, tapi tanahnya kami menumpang,’’kata  Nuraini .

   Nuraini mengatakan, bahwa mereka sudah lama menetap disana dengan menumpang lahan orang lain,’’Inilah kondisi tempat tinggal kami, atapnya sudah bocor semuanya Pak, mau diperbaiki tidak ada uang,’’keluhnya.

        Sedangkan bantuan PKH  yang diterimanya setiap tiga bulan sekali, dirasakan tidak mencukupi,’’Kalau BLT kami tidak dapat, Cuma mendapat bantuan dari PKH itupun diterima 3 bulan sekali,’’tuturnya.

        Nuraini berharap, agar nasib mereka mendapat perhatian dari Pemerintah setempat untuk bisa memperbaiki tempat tinggalnya,’’Bagaimana mau membeli atap rumah Pak, untuk makan saja kami susah,’’ucap Nurani sambil menghela napas.

        Suami Nurani sendiri tidak bekerja, maklum karena sudah lama sakit,’’Kami Pasrah Pak, kalau-kalau ada yang peduli dengan kami,’’ucapnya.(sid)

Sumber: