SMAN 2 Pringsewu Study Tiru Ke SMAN 1 Indralaya Utara, Pelajari Religious Boarding School

SMAN 2 Pringsewu Study Tiru Ke  SMAN 1 Indralaya Utara, Pelajari Religious Boarding School

pihak SMAN 1 Indralaya Utara tengah memberikan penjelasan kepada pihak SMAN 2 Pringsewu--

Mapel Religious Boarding SMAN 1 Indralaya Utara, Jadi Acuan SMAN 2 Pringsewu Lampung

OGANILIR.CO- Sebuah nilai lebih yang dimiliki SMAN 1 Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam menerapkan mata pelajaran (Mapel) Religious Boarding School atau sekolah berasrama berbasis islami.

Atas keberhasilan penerapan Religioes Boarding School, SMAN 2 Pringsewu Provinsi Lampung melakukan study tiru ke SMAN 1 Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir yang berlangsung 10-11 Mei 2024 lalu.

Kunjungan study tiru  dipimpin langsung oleh Plt Kepala Sekolah SMAN 2 Pringsewu  Rudi Susanto SSi,MPd bersama para dewan guru dan Komite sekolah.

BACA JUGA:85 Kepala Sekolah di Ogan Ilir Ikuti Bimtek Pemanfaatan Rapor Pendidikan

“Baru-baru ini kami kedatangan kunjungan dari Kepala Sekolah SMAN 2 Pringsewu , dewan guru dan para Komite sekolah, ke SMA kita,’’kata Kepala Sekolah SMAN 1 Indralaya Utara Drs Thohir Hamidi MSi, Selasa , 14 Mei 2024.

Dijelaskan Drs Thohir bahwa penerapan Mapel Religious Boarding School  yakni,  Tauhid,  Tahsin dan Tahfiz,  Bahasa Arab dan Hadits sudah diterapkan dan berjalan sejak 3 tahun lalu dan siswa wajib lulus mapel tersebut   include dengan mata pelajaran lainnya .

“Program Religious Boarding School disekolah kita sudah sudah berjalan hampir 3 tahun, tujuannya , agar anak didik kita  lulus  atau menyelesaikan pendidikan karakter dan memiliki  kompetensi yang seharusnya didapatkan pada lembaga pendidikan pondok pesantren (Ponpes) pada  umumnya,’’jelas Drs Thohir .

BACA JUGA:Pendidikan Harus Kedepankan Ahlak

Lebih lanjut Drs Thohir, dengan Religious Boarding School , para siswa bukan hanya diberikan pendidikan ilmu pengetahuan umum saja, tetapi juga pendidikan keagamaan. 

“Jadi siswa yang tinggal di asrama dalam waktu tertentu memiliki jadwal yang terstruktur, dengan pengawasan ketat dan jelas selama 24 jam. Dengan demikian, siswa mampu menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa. Tidak hanya itu, para pelajar di boarding school juga akan menjalani hidup mandiri dalam lingkungan,’’lanjutnya .

 Sementara  di Lampung sendiri system Religious Boarding School belum ada yang menerapkannya, makanya SMAN 2 Pringsewu melakukan study tiru ke SMAN 1 Indralaya Utara , yang diharapkan bisa diimplementasikan .

BACA JUGA:Dunia Pendidikan di Kota Prabumulih Kembali Tercoreng

Nah yang menjadi persoalan bagi SMAN 2 Pringsewu masalah pendanaannya,’’Kalau di SMA kita didanai langsung oleh Pemprov Sumsel, sedangkan di Lampung harus biaya sendiri, makanya pihaknya sekolah mengajak para komitenya, agar kalau Religious Boarding School ini harus diterapkan, maka butuh pendanaannya ,’’tukasnya (Sid)

Sumber: