Tim Gabungan Fokus Evakuasi 46 Ton Solar di Kapal FC ARK Shiloh yang Tenggelam Cegah Pencemaran Selat Bangka

Tim Gabungan Fokus Evakuasi 46 Ton Solar di Kapal FC ARK Shiloh yang Tenggelam Cegah Pencemaran Selat Bangka

Kondisi kapal fc Ark Shiloh saat tenggelam di perairan Sungsang Banyuasin saat sandar di mv. stl miracle. tangkapan layar/fb seamen pande--

BACA JUGA:Rayakan Natal di Sel Tahanan, Richard Eliezer Bahagia Dibawakan Ibunda Makanan Kesukaan Nasi Jaha Khas Manado

Akibatnya, kapal yang sudah mengalami kemiringan sejak Rabu dini hari itu harus tenggelam. Sebanyak 36 anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi kapal tugboat lain yang kebetulan sedang berada tidak jauh dari kejadian nahas itu. 

Apa Itu Kapal Trans Shipment Vessel

KALANGAN publik di Indonesia, pada sekitar dua tahun lalu, istilah “transhipment” lebih sering terdengar pada sektor perikanan tangkap, dibanding pada sektor logistik dan kepelabuhanan. 

Transhipment adalah aktivitas yang berkaitan dengan pergerakan barang dan alat angkut. Mudahnya disebut alih muatan dari kapal yang satu ke kapal lainnya, baik secara langsung (ship-to-ship) maupun melalui tempat penyimpan sementara (temporary storage).

BACA JUGA:Dahsyat, Animo Suporter Pecah, Tiket Presale Daring Timnas Indonesia vs Thailand Semua Kategori Ludes Terjual

BACA JUGA:Mulai 1 Januari 2023, Pemerintah Larang Penjualan Rokok Batangan, Cegah Tingginya Prevalensi Perokok Pemula

Dalam dunia pelayaran, transhipment (kadang ditulis: transshipment) pada awalnya diterapkan pada pelabuhan yang karena keterbatasan teknisnya tidak dapat disandari atau melayani kapal yang berukuran besar. 

Sehingga, muatan (kargo) terlebih dahulu diangkut menggunakan kapal berukuran kecil untuk kemudian dialihkan ke kapal yang lebih besar. Praktek seperti ini sering ditemukan pada pengapalan batu bara di Indonesia. 

Untuk mengekspor Batu bara dari Kalimantan Timur misalnya, batu bara diangkut menggunakan tongkang (barge) dari dermaga sungai (yang draft rendah) untuk dipindahkan ke kapal yang lebih besar (umumnya Bulk Carrier kapasitas di atas 40 ribu ton) yang berlabuh di lepas pantai.

Dalam perkembangan selanjutnya, perdagangan global yang semakin meningkat dan meluas, telah mendorong tumbuhnya aktivitas pelayaran secara masif, rantai distribusi semakin luas dan kompleks. 

BACA JUGA:Rayakan Natal di Sel Tahanan, Richard Eliezer Bahagia Dibawakan Ibunda Makanan Kesukaan Nasi Jaha Khas Manado

BACA JUGA:Mulai 1 Januari 2023, Pemerintah Larang Penjualan Rokok Batangan, Cegah Tingginya Prevalensi Perokok Pemula

Transhipment kemudian berkembang menjadi strategi untuk mencapai efisiensi dan memperluas cakupan layanan. Pada tahun 2012 volume kargo (peti kemas) transhipment mencapai 28% dari seluruh arus peti kemas dunia, meningkat dua kali lipat dibanding 20 tahun yang lalu.

Asaf Ashar, seorang pakar logistik dan transportasi asal Amerika Serikat, menyebutkan bahwa transhipment adalah revolusi ketiga dari pelayaran kontainer. 

Sumber: