Selamat Tinggal Tahun 2022, Ini Label Jam Tangan asal Swiss yang PastInya Masih akan Diburu di Tahun 2023

Selamat Tinggal Tahun 2022, Ini Label Jam Tangan asal Swiss yang PastInya Masih akan Diburu di Tahun 2023

Sama di tahun 2022, label jam tangan asal swiss yang pastinya masih akan diburu di tahun 2023. foto: ilustrasi jam @swiss--

Marco Mascis, COO Bomberg, menyampaikan, jam tangan Bomberg memang dirancang untuk mengekspresikan diri pemakainya, apalagi pemakai yang dinamis. 

Selain itu, Bomberg juga mengeluarkan aksesori seperti Skully Bracelets dan Grenade Desk Clock, di mana arloji dapat dilepas dan dipasang pada 'granat' sebagai jam meja.

BACA JUGA:Jelang Tahun Baru, 40 Personil Polres Ogan Ilir Naik Pangkat, Kapolres: Jaga Kinerja dan Tingkatkan Prestasi

BACA JUGA:Update, Harga BBM Pertamax Hari Ini, Semula Rp14.500 per Liter, 31 Desember 2022 Terpantau Rp14.200 per Liter

2. Rolex

Awalnya, perusahaan jam ini berdiri di London, Inggris pada 1905. Namun, pada 1919, ia bergeser ke Jenewa, Swiss hingga kini. 

Hans Wilsdorf, sang pendiri, ingin jam tangan labelnya akurat. Pencarian ketepatan kronometris berbuah manis. Pada 1910, Rolex dianugerahi Sertifikasi Kronometris Swiss atau Swiss Certificate of Chronometric Precision. 

Selain itu pada 1914, ia juga dianugerahi sertifikat ketepatan kelas “A” oleh Kew Observatory, Inggris. Rolex kini identik dengan ketepatan atau presisi.

BACA JUGA:Update, Harga BBM Pertamax Hari Ini, Semula Rp14.500 per Liter, 31 Desember 2022 Terpantau Rp14.200 per Liter

BACA JUGA:Update, Harga BBM Pertamax Hari Ini, Semula Rp14.500 per Liter, 31 Desember 2022 Terpantau Rp14.200 per Liter

Rolex telah mengeluarkan berbagai jenis koleksi jam tangan. Tahun ini, ia mengeluarkan koleksi antara lain Oyster Perpetual Sea-Dweller, Oyster Perpetual Yacht-Master II, Oyster Perpetual Cosmograph Daytona dan Oyster Perpetual Sky-Dweller.

3. Patek Phillipe

Patek Phillipe adalah satu dari sekian label jam tangan yang paling dicari. Ia juga termasuk jajaran jam tangan yang punya fitur khusus, yakni pemakainya bisa menambahkan satu hari pada Februari saat tahun kabisat. 

Jam mewah ini adalah hasil kolaborasi Antoni Patek dan Adrien Philippe pada 1851. Label ini dikenal luas berkat harganya yang fantastis. 

BACA JUGA:Sumsel Update, 2 Kasus Pembunuhan Linggau, Konvoi Tahun Baru di Muratara, Kasus Ilegal Drilling Muara Enim

Sumber: