Jadi Ahli Hukum Termuda, Kurnia Saleh Hadiahkan Rumah Mewah untuk Orang Tua

Jadi Ahli Hukum Termuda, Kurnia Saleh Hadiahkan Rumah Mewah untuk Orang Tua

Kurnia Saleh (kanan) bersama sang ibu Rumaidah.--

PRABUMULIH, oganilir.co - Setelah sukses dan membuat bangga Kota Prabumulih saat dinobatkan sebagai Ahli Hukum Termuda (26 th) se-Indonesia di Sidang Mahkamah Konstitusi, kini anak dari pasangan Bahori dan Rumaidah ini membangunkan dan menghadiahkan rumah mewah kepada sang Ibu tepat sehari sebelum Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah pada Ahad 30 Maret 2025.

Rumah putih yang ditaksir senilai Rp1 miliar ini ia bangun dalam waktu sekitar 6 bulan. Yang menjadi menarik adalah, ia dibesarkan di keluarga serba kekurangan, bukan lahir dari rahim orang berada.

Ayahnya Bahori merupakan penjaga sekolah, ibunya membantu menjual gorengan di sekolah tersebut. 

Berbekal hasil jualan gorengan itulah,  Kurnia Saleh dan kedua saudaranya hidup dan bersekolah tinggi.

BACA JUGA:Lantik Dekan FK, Rektor Unsri Ingatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sang kakak perempuan pertama Sri Guswati merupakan guru dan pendidik di SDN 82 Prabumulih. Begitupun Neni Triana, kakak perempuan kedua juga merupakan seorang guru di SDN 19 Palembang.

Tak hanya kakaknya, saleh pun merupakan pendidik di beberapa kampus besar di Sumsel.

Menjadi Dosen dan Kaprodi S1 Hukum di UKB di usia 22 Tahun, dan menjadi dosen terbang di beberapa kampus, mulai dari UIN Raden Fatah, Universitas Taman Siswa dan dosen juri di Unsri.

Berbekal tekad kerasnya dan doa dari orang tuanya, Saleh juga berhasil menjadi ahli hukum dan pengacara muda sukses asal Prabumulih. Tercatat,  banyak kasus besar yang kantor hukum miliknya pegang dan berhasil dimenangkan.

BACA JUGA:Polsek Tanjung Batu Patroli Rumah Kosong, Pemudik Cek Kendaraan Sebelum Berangkat

Kesuksesan tersebut mengantarkan ia untuk mampu menghadiahi sang ibu tanah dan rumah beserta isinya.

"Tanah dan rumah beserta isinya ini bukan sebagai bentuk balasan terhadap kebaikan mak dan bak kami, saya berikan sepuluh gunung emas sekalipun tidak mungkin mampu membalas kebaikan orang tua kami. Tapi rumah ini dibangun sebagai bentuk rasa syukur dan tanda kasih seorang anak kepada orang tuanya dalan rangka bakti anak terhadap orang tuanya, sedikit titipan rezeki dari Allah saya rasa memang untuk membangun rumah ini," kata Saleh 

"Saya tidak membangunkan rumah, tapi Allah yang membangunkan, saya hanya fasilitator yang menyalurkan rezeki dari Allah untuk mak dan bak," ujar suami Nurmatasia ini.

Sang ibu Rumaida larut dalam kebahagiaan ini, rupanya hadiah rumah ini merupakan kejutan dari Saleh untuknya.

Sumber: