Kanker Rektum Menyerang Usia di Bawah 65 Tahun, ini Saran Dokter
Ilustrasi.--
JAKARTA, oganilir.co - Selama ini kanker rektum banyak ditemukan diidap oleh orang dewasa di atas 65 tahun. Namun laporan terbaru dari American Cancer Society (ACS) mengungkap fakta mengejutkan: kasus kanker rektum kini melonjak drastis di kalangan dewasa muda di bawah usia 65 tahun. Tren ini mengubah persepsi medis yang selama puluhan tahun menganggap kanker ini sebagai 'penyakit orang tua'.
Menurut laporan tersebut, hampir separuh kasus atau sekitar 45 persen diagnosis baru kini terjadi pada kelompok usia di bawah 65 tahun. Padahal, pada tahun 1995, angka ini hanya berkisar di 27 persen. Fenomena ini berbanding terbalik dengan kelompok usia di atas 65 tahun yang justru mengalami penurunan kasus.
"Kita tidak pernah melihat epidemi penderita kanker usus atau rektum pada orang muda sampai baru-baru ini," kata dr Arif Kamal, Chief Patient Officer di ACS.
BACA JUGA:Kanker Kolorektal Menyerang Anak Usia Muda, Pola Makan ini Penyebabnya
"Ini benar-benar fenomena yang baru muncul dalam lima tahun terakhir," ujarnya.
Kanker kolorektal mencakup kanker pada usus besar (kolon) dan rektum (bagian paling ujung dari usus besar sebelum anus). Kamal menjelaskan bahwa gejala kanker rektum cenderung lebih terfokus dibandingkan kanker kolon.
Jika gejala kanker kolon sering kali samar seperti kelelahan, nyeri perut, kembung, dan penurunan berat badan, kanker rektum memiliki ciri khas yang lebih spesifik:
- Munculnya darah merah segar saat buang air besar
- Munculnya perasaan ingin buang air besar yang sangat mendesak, bahkan setelah baru saja selesai BAB.
Kesenjangan Diagnosis yang Mengkhawatirkan
BACA JUGA:Menderita Kanker Otak Sejak 2010, Umur Epy Kusnandar Diprediksi Hanya Bertahan 4 Bulan
Salah satu masalah terbesar yang disoroti para ahli adalah keterlambatan diagnosis pada generasi milenial dan Gen Z. Andreana Holowatyj, asisten profesor dari Vanderbilt University Medical Center, menyebutkan adanya jeda sekitar 4 hingga 6 bulan antara munculnya gejala pertama kali dengan diagnosis medis. (detik.com/dri)
"Pasien muda sering terjebak dalam 'lingkaran rujukan', berpindah dari satu dokter ke dokter lain selama berbulan-bulan tanpa jawaban pasti," tambah Caitlin Murphy, ahli epidemiologi kanker dari University of Chicago.
Akibatnya, sekitar tiga perempat kanker pada orang di bawah 50 tahun baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.
BACA JUGA: 4 Makanan yang Dapat Mencegah Kanker Payudara, Wanita Harus Tahu!
Gaya Hidup Sebagai Benteng Pertahanan
Sumber:


