Iran Bersedia Gencatan Senjata, ini Syaratnya
Abbas Arraghchi. Foto: Antara--
oganilir.co - Iran melunak menyikapi wacana gencatan senjata yang difasilitasi negara asing dalam peperangan melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Namun Negeri Paramullah itu mengajukan syarat sebelum gencatan senjata dilakukan.
Iran meminta menjelaskan alasan agresi yang dilakukan, sebelum Teheran mempertimbangkan kesepakatan gencatan senjata, demikian menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, Minggu (8/3).
"Mereka harus menjelaskan mengapa mereka memulai agresi ini, sebelum kami sampai ke titik untuk mempertimbangkan gencatan senjata," kata Menlu Araghchi kepada NBC News.
BACA JUGA:Houthi Girang Motjaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Pukulan Telak Bagi Musuh
Menurut dia, Iran telah menggunakan haknya untuk membela diri.
"Tentu saja tidak ada yang ingin melanjutkan perang ini. Kami dipaksa oleh Amerika Serikat, Israel. Mereka, Anda tahu, telah memulai perang ini tanpa provokasi, tanpa alasan, dan secara ilegal; dan apa yang kami lakukan saat ini adalah tindakan sah membela diri dan kami memiliki hak penuh untuk melakukan itu," jelasnya.
Araghchi membantah bahwa Iran dengan sengaja menyerang negara-negara tetangganya di Timur Tengah. Menurut dia, Iran melakukan serangan balasan terhadap pangkalan dan aset milik militer AS yang berada di kawasan tersebut.
"Salah jika Anda menganggap Iran menyerang negara-negara tetangganya. Tidak, kami tidak menyerang negara-negara tetangga kami. Kami menyerang pangkalan-pangkalan Amerika, instalasi Amerika, aset Amerika, yang sayangnya berlokasi di wilayah negara-negara tetangga kami. Jadi, kami tidak menyerang negara-negara tetangga kami. Kami menyerang orang-orang Amerika yang menyerang kami," ujar Araghchi. (Antaranews.com/dri)
Sumber:


