Iran Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat

Iran Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat

Massoud Pezeshkian.--

TEHERAN, oganilir.co - Iran bersedia mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel "dengan bermartabat". Hal itu disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Massoud Pezeshkian mengatakan bahwa negaranya berupaya untuk mengakhiri perang melawa AS tanpa syarat untuk mencabut hak nuklir Teheran.

"Trump mengatakan bahwa Iran tidak seharusnya menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran," kata Pezeshkian dalam pernyataannya, seperti dilaporkan kantor berita ISNA dan dilansir Anadolu Agency, Senin (20/4/2026).

BACA JUGA:Iran Ogah Hadiri Perundingan dengan AS di Pakistan, ini Penyebabnya

"Siapa dia sehingga berhak mencabut hak suatu bangsa?" tanya Presiden Iran tersebut.

"Dari perspektif prinsip-prinsip kemanusiaan, setiap orang bebas, terlepas dari agama, kepercayaan, ras, atau etnisnya, untuk menikmati hak-haknya yang tidak dapat dicabut," tegas Pezeshkian.

Pernyataan Pezeshkian ini, seperti dikutip Press TV, disampaikan beberapa hari setelah Trump mengancam bahwa AS akan mengamankan uranium yang diperkaya milik Iran "dengan cara-cara yang jauh lebih tidak ramah" jika tidak tercapai kesepakatan antara kedua negara.

Lebih lanjut, Pezeshkian menyerukan agar bangsa Iran berdiri teguh "melawan musuh yang harus darah dan brutal".

BACA JUGA:Iran Berubah Pikiran, ini Syarat Teheran Membuka Selat Hormuz

Iran, tambah Pezeshkian, harus mengelola atmosfer saat ini sedemikian rupa sehingga "tidak menggambarkan kita sebagai penghasut perang" karena "kita sedang membela diri".

Dia menegaskan bahwa Iran tidak berupaya mengobarkan perang, juga tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi inisiator konflik apa pun.

"Kami adalah pasifis dan apa yang kami lakukan adalah pembelaan diri yang sah," tegas Pezeshkian.

AS dan Israel, pada 28 Februari lalu, melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

BACA JUGA:Selat Hormuz Dibuka, Trump Sampaikan Terima Kasih ke Iran

Sumber: