Pertandingan besok akan menjadi bentrokan yang keenam bagi kedua pasangan.
Setelah selalu kalah, Ana/Trias memberikan luka pertama kepada Tan/Thinaah ketika babak 16 besar Malaysia Open 2026.
Kemenangan Ana/Trias di sisi lain membuat Indonesia masih punya harapan di semua sektor.
Kredit juga patut diberikan kepada Alwi Farhan yang menyelamatkan asa Merah Putih di tunggal putra pada ajang World Tour Super1000 ini.
Bertanding setelah Jonatan Christie jadi korban teror underdog, Alwi mencetak kejutannya sendiri dengan menghentikan unggulan ketujuh, Chou Tien Chen (Taiwan).
BACA JUGA:Ini Jadwal Wakil Indonesia di All England 2026, Debut Perdana Alwi Farhan
Kemenangan ini jadi penebusan Alwi. Terakhir kali bertemu Chou, dia kalah walau sudah mencetak match point 20-15 dan pada gim kedua!
"Sebenarnya tidak jauh berbeda dari waktu bertemu di Australian Open 2025," ucap Alwi melalui PBSI setelah pertandingan.
"Tapi memang pertemuan kali ini saya mencoba lebih melawan diri saya, lebih melawan rasa ragu-ragu, melawan rasa trauma yang ada di dalam diri saya."
"Itu yang bisa membuat saya memenangkan pertandingan."
Alwi menyebut veteran tunggal putra itu sebagai pemain yang unik. Permainan Chou justru makin keluar ketika sorotan kepadanya kian besar.
BACA JUGA:Jelang All England 2026, FaFi Sparing dengan Ganda Putra Inggris
"Jadi tadi saya mencoba lebih meredam, mencoba lebih menenangkan situasi. Ya kurang lebihnya kayak singa jangan dibangunin saja sih."
"Saya bermain lebih dalam hawa yang tidak terlalu tinggi tapi saya tetap memegang fokus permainan," imbuhnya.
Wakil Indonesia lain yang membuat sensasi di babak 16 besar ini adalah ganda putra, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat.
Rian/Rahmat berhasil menjegal mantan pasangan nomor satu dunia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dari Malaysia untuk ke perempat final.