Trump Minta Bantuan Sekutu Amankan Selat Hormuz Namun Dicuekin

Trump Minta Bantuan Sekutu Amankan Selat Hormuz Namun Dicuekin

Selat Hormuz. --

"Kami tahu betapa pentingnya hal tersebut, tetapi itu bukan sesuatu yang diminta kepada kami atau yang kami bantu," tegas Catherine King, anggota kabinet PM Australia Anthony Albanese, dalam wawancara dengan televisi terkemuka ABC.

Trump Desak Sekutu Amankan Jalur

Seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada sejumlah negara untuk membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak mendapat tanggapan. Selat tersebut kini diblokir Iran sejak perang dengan AS-Israel dimulai.

Pada Ahad (15/3), presiden AS itu mengancam akan ada konsekuensi jika dukungan tersebut tidak terwujud.

BACA JUGA:Rudal Iran Hujani Tel Aviv, Ledakan Terjadi di Mana-mana

Dalam wawancara singkat dengan Financial Times, Trump mengatakan aliansi militer NATO bisa menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika sekutu AS tidak membantu Washington membuka kembali jalur strategis tersebut.

Trump juga mengancam akan menunda pertemuannya dengan Presiden Cina Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini, sebagai upaya menekan Beijing agar membantu mengamankan lalu lintas di Hormuz.

"Sudah sepatutnya negara-negara yang mendapat manfaat dari Selat itu membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana," kata Trump kepada surat kabar tersebut.

Selat Hormuz terletak di antara Teluk Persia dan Laut Arab, dan menjadi jalur vital bagi pasokan minyak dunia. Blokade terhadap jalur tersebut telah mengganggu pasokan minyak dan mendorong harga bahan bakar melonjak.

BACA JUGA:Drone Iran Sasar Kapal Induk Abraham Lincoln

Trump Minta Jerman Turun Tangan

Pemerintah Jerman merespons seruan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait permintaan agar sekutu AS membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang diblokade Iran. Pihak Jerman menyebut tidak ada kaitan dengan perang yang melibatkan AS dan Iran.

"Perang ini tidak ada hubungannya dengan NATO. Ini bukan perang NATO," kata juru bicara Kanselir Jerman Friedrich Merch dilansir CNN, Senin (16/3/2026).

Komentar ini muncul setelah Trump memberikan ancaman terselubung terhadap aliansi NATO. Trump menyebut negara-negara NATO akan menghadapi masa depan yang sulit jika tidak ikut bergabung melawan Iran di Selat Hormuz.

BACA JUGA:Pertempuran Masih Berlangsung, Iran Pamer Puluhan Drone

Sumber: