Ini Profil Friderica Widyasari Dewi, Plt Ketua OJK
Friderica Widyasari Dewi. Foto: OJK--
Dewi bukan sosok baru di sektor jasa keuangan. Perempuan kelahiran Cepu, Jawa Tengah, 28 November 1975 ini memiliki pengalaman panjang di pasar modal dan lembaga pengawasan. Kariernya di pasar modal dimulai di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2006 sebagai Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan. Pada 2007–2009, ia menjabat Sekretaris Perusahaan BEI. Kariernya berlanjut sebagai Direktur Pengembangan BEI pada periode 2009–2015.
Setelah itu, ia menjabat Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 2015–2016 dan kemudian menjadi Direktur Utama KSEI pada 2016–2019. Pada 2020–2022, Friderica dipercaya memimpin PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai Direktur Utama.
BACA JUGA:Polres Ogan Ilir Awasi Kost Mahasiswa dan ATM Bank
Di OJK, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner periode 2022–2027 setelah lolos fit and proper test Komisi XI DPR RI. Ia membidangi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen.
Sejak 2023, ia juga menjadi Koordinator Dewan Pembina Satgas PASTI dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), yang berfokus pada pemberantasan aktivitas keuangan ilegal. Selain itu, Friderica aktif di forum internasional sebagai anggota Advisory Board OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) dan Governing Council of FinCoNet sejak 2022.
Latar belakang pendidikan dan sertifikasi
Dari sisi akademik, Friderica meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 2001. Ia melanjutkan studi dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari California State University, Amerika Serikat, pada 2004.
BACA JUGA:Dirut bank bjb Meninggal, Baru Menjabat 7 Bulan
Ia juga meraih gelar doktor pendidikan (EdD) dengan predikat cumlaude dari Universitas Gadjah Mada pada 2019. Friderica memiliki sertifikasi Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang diterbitkan OJK pada 2019.
Pada awal kariernya, ia sempat menjadi dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Trilogi STEKPI, Universitas Indonesia, dan Universitas Katolik Atma Jaya. Ia juga pernah menjadi asisten dosen untuk DR. KC Chen pada 2004 serta menjadi staf khusus di Kementerian Keuangan pada 2008.
Peran OJK di tengah dinamika pasar Penunjukan Friderica sebagai pejabat pengganti terjadi setelah sejumlah pimpinan OJK menyatakan mundur di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.
BACA JUGA:Ini Juara Fun Games Table Tennis Bank SumselBabel 2025
OJK menegaskan akan melanjutkan seluruh agenda kerja yang telah berjalan. Fokus diarahkan pada respons terhadap perkembangan sektor keuangan, penguatan stabilitas, serta perlindungan konsumen dan masyarakat.
“OJK juga memastikan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan maupun layanan kepada masyarakat tetap dilakukan secara optimal untuk terus menjaga stabilitas sektor keuangan dan memperkuat pelindungan konsumen,” tulis OJK. (Kompas.com/dri)
Sumber:


