Khoirul Anam, Satpam Bergelar S2 yang Hasilkan 13 Karya Ilmiah

Khoirul Anam, Satpam Bergelar S2 yang Hasilkan 13 Karya Ilmiah

Khoirul Anam meraih rekor MURI sebagai Satpam penghasil karya ilmiah terbanyak. --

"Jadi dari situ saya berpikir ya, jadi saya nantinya di umur 28 tahun, saya sudah setidaknya memiliki satu gelar gitu. Dan alhamdulillah-nya, tidak disangka-sangka sudah memiliki tiga gelar sampai saat ini di umur 28 tahun sekarang," ucap dia.

Anam menempuh pendidikan S1 Manajemen di Universitas Pamulang melalui kelas karyawan pada 2019.

Setelah lulus pada 2023, ia langsung melanjutkan pendidikan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Tidak berhenti di situ, ia juga mengambil S1 kedua di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah dengan jurusan Pendidikan Agama Islam.

BACA JUGA:Anda Ingin Melanjutkan S2 dan S3 di ITS? Angka Nitisastro Berikan Beasiswa, ini Syaratnya

Selain aktif menulis jurnal, Khoirul juga telah menghasilkan delapan buku yang telah memiliki ISBN dan terdaftar di Perpustakaan Nasional. Ia juga tengah menyelesaikan tiga buku lainnya melalui program kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan lewat Dana Indonesiana.

“Untuk karya buku, yang sudah publikasi sekitar delapan buku dan tiga buku lagi sedang saya garap sekarang,” ucap dia. Anam resmi mendapatkan penghargaan sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak dari MURI pada Jumat (30/1/2026).

Tantangan waktu dan biaya 

Anam mengungkapkan, kendala finansial menjadi hambatan terbesarnya dalam mempublikasikan karya ilmiah. "Kalau saya sih jujur dari segi pendanaan untuk publikasinya sih. Karena untuk publikasi jurnal maupun buku itu memerlukan biaya," ujar dia.

BACA JUGA:Anda Mau Studi S3 ke Luar Negeri? IsDB Berikan Beasiswa Penuh, ini Syaratnya

Setiap hendak menerbitkan karya ilmiah, Anam harus pintar-pintar menyesuaikan pilihan media publikasi dengan kemampuan finansialnya.

Meski menghadapi keterbatasan biaya, Anam punya keinginan besar untuk mempublikasikan karyanya di jurnal bereputasi tinggi seperti Scopus dan Sinta. "Sangat pengin sih. Penginnya itu karya tulis saya itu terakreditasi mungkin Sinta 2, Sinta 3 begitu, atau Scopus 3, Scopus 4 gitu ya. Tetapi untuk karena biaya tadi ya untuk dari saya belum bisa gitu,” kata dia.

Selain kendala biaya, Anam juga harus membagi waktu antara pekerjaan dan kegiatan akademik.

Ia kerap mengorbankan waktu istirahat demi menyelesaikan penelitian dan penulisan karya ilmiah. "Kadang kita tidur jam dua karena harus menyelesaikan data-data yang perlu kita selesaikan di malam itu. Karena kalau kita tunda mungkin besoknya akan kacau," tutur Anam.

BACA JUGA:Tuna Daksa Bukan Halangan Bagi Aida Meraih Beasiswa S2 dan S3 LPDP di UGM

Ingin jadi dosen

Meski telah mengantongi dua gelar sarjana dan satu gelar master, Anam masih bekerja sebagai anggota satuan pengamanan.

Ia mengaku profesi tersebut masih dijalaninya sambil menunggu kesempatan mewujudkan cita-citanya menjadi pengajar.

Sumber: