Sebagian Tim Pengawal Presiden Venezuela Tewas Dalam Operasi Militer AS

Sebagian Tim Pengawal Presiden Venezuela Tewas Dalam Operasi Militer AS

Vladimir Padrino (kanan). Foto: Antara/Anadolu--

oganilir.co - Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino angkat bicara terhadap operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dengan menangkap dan menculik sang presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1/2025).   

Sebagian besar tim pengamanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tewas dalam operasi militer AS tersebut, demikian disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino, Ahad (4/1).

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Padrino menuduh personel militer AS yang terlibat dalam operasi tersebut telah “secara kejam membunuh sebagian besar tim pengamanan Maduro, para prajurit, serta warga sipil yang tidak bersalah.”

Namun, ia tidak merinci jumlah korban dalam insiden tersebut. Padrino juga menyebut Maduro sebagai “pemimpin sah dan autentik” Venezuela.

BACA JUGA:Situasi Politik Dunia Memanas, China Minta AS Bebaskan Presiden Venezuela dan Istri

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa aksi militer AS pada Sabtu (3/1) berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump juga menyatakan AS menegaskan kendali atas Venezuela untuk sementara waktu, dengan mengerahkan pasukan AS jika diperlukan.

Trump sebelumnya menuduh Maduro terlibat dalam pengiriman narkotika ke AS dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro, yang saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York terkait tuduhan narkotika, membantah seluruh tuduhan tersebut. Pejabat di Caracas juga menyerukan pembebasannya.

BACA JUGA:AS Culik Presiden Venezuela, ini Tanggapan Negara-negara Amerika Latin

Padrino turut menuntut pembebasan Maduro dan istrinya “secepatnya.”

“Kami menuntut dunia internasional untuk memberi perhatian penuh terhadap segala hal yang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusi kami,” ujarnya.

Setelah AS menangkap Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menginstruksikan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk segera menjabat sebagai presiden sementara.

Padrino menyatakan angkatan bersenjata Venezuela memberikan dukungan penuh kepada Rodriguez.

Sumber: