Kebijakan Tarif Trump, Air Canada Setop Penerbangan ke Kuba

Kebijakan Tarif Trump, Air Canada Setop Penerbangan ke Kuba

Air Canada. Foto: Antara--

HAMILTON, oganilir.co - Penggulingan Presiden Venezuela Nicholas Maduro yang dilakukan Amerika Serikat (AS) mulai menimbulkan dampak terhadap penerbangan internasional ke negara sahabat, Kuba.

Maskapai Air Canada pada Senin (9/2) menghentikan seluruh penerbangan ke Kuba dengan alasan kelangkaan bahan bakar penerbangan yang parah di pulau tersebut.

Air Canada melalui pernyataan yang dikeluarkan maskapai pasca adanya peringatan dari otoritas Kuba bahwa maskapai internasional mungkin tidak lagi dapat mengisi bahan bakar di bandara-bandara negara itu.

"Air Canada menyatakan bahwa mulai hari ini menangguhkan layanan ke Kuba akibat kekurangan bahan bakar penerbangan yang masih berlangsung di pulau tersebut,”bunyi pernyataan resmi maskapai.

BACA JUGA:Trump Ngaku Presiden Sementera Venezuela, Wapres Rodriguez Tegas Membantah

"Dalam beberapa hari ke depan, maskapai akan mengoperasikan penerbangan tanpa penumpang ke arah selatan untuk menjemput sekitar 3.000 pelanggan yang sudah berada di tujuan dan membawa mereka kembali pulang,”tambah maskapai tersebut.

Maskapai tersebut mengatakan bahwa keputusan diambil setelah adanya peringatan pemerintah mengenai pasokan bahan bakar penerbangan di bandara-bandara Kuba yang tidak dapat diandalkan, dengan proyeksi bahwa bahan bakar tersebut tidak lagi tersedia secara komersial mulai 10 Februari.

"Air Canada akan terus memantau situasi guna menentukan waktu yang tepat untuk dimulainya kembali layanan normal ke Kuba di masa mendatang,”tambah maskapai itu.

BACA JUGA:Pimpin Uji Coba Rudal Hipersonik, Kim Jong-un Sindir Operasi Militer AS ke Venezuela

Pemerintah Kuba sebelumnya mengumumkan bahwa penerbangan internasional tidak lagi dapat mengisi bahan bakar di negara tersebut akibat kekurangan bahan bakar penerbangan, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam untuk memberlakukan tarif terhadap negara mana pun yang menjual minyak ke Kuba.

Sejak operasi militer pemerintahan Trump pada 3 Januari terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang merupakan pendukung lama pemerintah Kuba, Amerika Serikat berupaya memperkuat posisinya terhadap Kuba.

Dalam perintah eksekutif yang dikeluarkan pada akhir Januari, Trump menyebut rezim Kuba sebagai ancaman yang “tidak biasa dan luar biasa”, serta menyatakan deklarasi keadaan darurat nasional diperlukan.

BACA JUGA:Sebagian Tim Pengawal Presiden Venezuela Tewas Dalam Operasi Militer AS

Menurut sumber yang dikutip kantor berita Spanyol EFE, Kuba memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan energinya dari produksi dalam negeri. Sisanya bergantung pada impor, terutama dari Meksiko dan dalam tingkat lebih kecil dari Rusia, sementara Venezuela menyumbang sekitar 30 persen dari total pasokan pada 2025.

Sumber: