IRGC Tembak Jatuh 2 Jet Tempur AS di Hari yang Sama

IRGC Tembak Jatuh 2 Jet Tempur AS di Hari yang Sama

Jet tempur A-10. Foto: Wikipedia--

TEHERAN, oganilir.co - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC kembali menembak jatuh jet tempur milik Amerika Serikat (AS) pada Jumat (3/4/2026) atau hanya beberapa saat setelah menembak pesawat jet tempur F-15E. 

Tentu saja kejadian ini menjadi tamparan keras bagi militer Negeri Paman Sam karena kehilangan dua jet tempur dalam satu hari yang sama. Pesawat yang baru saja terkena serangan tersebut adalah jet tempur A-10 Thunderbolt, atau yang lebih dikenal dengan julukan "Warthog". 

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, pilot pesawat tersebut dilaporkan dalam kondisi selamat, sebagaimana dilansir Wall Street Journal.

Peristiwa ini menyusul jatuhnya jet tempur F-15E di wilayah Iran pada Jumat pagi. 

BACA JUGA:Jet Tempur F-15E Canggih Milik AS Ditembak Jatuh di Iran, Bagaimana Nasib Pilot?

Dua pejabat AS mengonfirmasi bahwa dari dua awak jet F-15E, satu orang berhasil diselamatkan.  Namun, status satu awak lainnya masih belum diketahui, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di lokasi kejadian.

Lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, melaporkan bahwa pertahanan udara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah menargetkan pesawat tempur AS tersebut. 

Sebuah kantor berita Iran yang memiliki hubungan dekat dengan dinas keamanan negara itu juga mengedarkan sejumlah foto yang diklaim sebagai puing-puing jet yang jatuh.

Selain itu, televisi pemerintah Iran mengumumkan bahwa warga akan diberikan imbalan jika berhasil menemukan dan menyerahkan awak pesawat Amerika dalam keadaan hidup. 

BACA JUGA:Dubes Iran untuk Indonesia Temui Din Syamsyuddin, ini Agenda yang Dibahas

Pukulan telak bagi AS

Kehilangan dua jet tempur dalam satu hari menjadi pukulan ganda bagi Amerika Serikat.  Hal ini mengindikasikan bahwa militer Teheran masih memiliki kemampuan untuk memberikan perlawanan sengit, meskipun konflik telah berlangsung selama lebih dari satu bulan.

Insiden ini memicu pertanyaan besar mengenai sejauh mana kekuatan militer Iran sebenarnya telah melemah akibat serangan AS dan Israel.  Kondisi di lapangan ini juga tampak bertolak belakang dengan retorika optimis yang selama ini digaungkan oleh Presiden Donald Trump dan jajaran pejabat pemerintahannya.

Padahal, hanya berselang dua hari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat sesumbar mengenai "kemenangan luar biasa" di medan perang dalam pidato televisi dari Ruang Oval pada Rabu (1/4/2026) malam. "Malam ini, angkatan laut Iran telah musnah. Angkatan udara mereka hancur lebur," ujar Trump saat itu. (Kompas.com/dri)

 

Sumber: