Shambala Devi, Wanita India Pemberontak, 20 Tinggal di Hutan
Shambala Devi.--
Menurut pemerintah federal, 8.000 anggota Maois telah menyerah dalam 10 tahun terakhir. Tidak diketahui berapa banyak yang tersisa, atau bahkan berapa banyak pemberontak yang ada ketika sedang jaya-jayanya.
'Ada ancaman dibunuh, kalau tidak membayar uang tebusan' Keluarga WNI korban sindikat penipuan di Myanmar menuntut kepastian
Keluarga saya tewas di depan mata saya - Kisah pilu penyintas pembantaian di Myanmar
Kisah kaum muda Myanmar yang memilih hidup dalam misi perlawanan rahasia di hutan - 'Ada alasan mengapa kami berjuang dan alasannya adalah hak asasi manusia'
Sejak penyerahan diri, Devi terpilih sebagai Anggota Dewan seseorang yang menyampaikan keluhan kepada kepala desa dan membantu mengelola program pemerintah di desa setempat.
BACA JUGA:Air India Mendarat Darurat di Siberia, Apa Penyebabnya?
"Saya ingin tahu seperti apa rasanya bekerja sama dengan pemerintah," ucapnya.
Apa pendapat Devi sekarang tentang deklarasi pemerintah untuk melenyapkan semua pemberontak pada akhir Maret 2026?
Ia terdiam sejenak, lalu berkata, "Meskipun pemberontakan mungkin kalah pada akhirnya, sejarah telah tercipta. Dunia sudah menyaksikan sebuah gerakan besar. Dan itu mungkin menginspirasi generasi lain di suatu tempat untuk memperjuangkan hak-hak mereka..."
"Aparat bisa membunuh para pemimpin dengan menyasar mereka... tapi saya rasa aparat tidak bisa membunuh semua orang. Mereka tidak bisa sepenuhnya membasmi gerakan ini."
BACA JUGA:Ini Jadwal 4 Wakil Indonesia Bertarung di Semifinal Macau Open 2025, Alwi Farhan Sua Jawara India
Namun, ketika saya bertanya apakah dia membolehkan putrinya yang berusia delapan tahun untuk bergabung dengan pemberontakan suatu hari nanti, jawabannya tegas.
"Tidak," katanya. "Kami akan hidup seperti masyarakat biasa di sini." (detik.com/dri)
Sumber:

