Shambala Devi, Wanita India Pemberontak, 20 Tinggal di Hutan

Shambala Devi, Wanita India Pemberontak, 20 Tinggal di Hutan

Shambala Devi.--

Ia merasa revolusi yang dijanjikan tak kunjung datang.

"Di satu sisi, pasukan keamanan mengintensifkan operasi pencarian, di sisi lain, kami juga menyerang dan membunuh lebih banyak lagi," ungkapnya.

Ia juga terjangkit tuberkulosis tulang dan harus bersembunyi dari pasukan keamanan sambil melakukan perjalanan rahasia dari hutan ke rumah sakit kota untuk berobat. Alasan lainnya, agar bisa meninggalkan kehidupan seperti itu.

BACA JUGA:India Tembakkan Rudal ke Pakistan, 3 Warga Sipil Tewas, Islamabad Bersumpah Balas Serangan

"Perubahan yang langgeng hanya bisa terjadi dengan ekspansi nasional, tapi kami kelelahan, pengaruh kami menyusut, dan dukungan masyarakat menurun," ujarnya seraya menambahkan terjadi penurunan keanggotaan.

Komunitas terpencil yang dulu mengandalkan Maois kini terhubung lebih baik dengan dunia luar berkat ponsel dan media sosial, dan pasukan keamanan telah menggunakan peralatan modern seperti drone untuk membantu mengusir pemberontak dari desa-desa, mengisolasi mereka lebih dalam ke hutan.

Setelah 25 tahun tinggal di hutan, Devi menyerahkan senjatanya pada 2014 di bawah kebijakan penyerahan diri pemerintah yang masih berlaku.

Perjanjian tersebut memungkinkan kelompok Maois untuk menyerah dan menjamin mereka tidak akan mengangkat senjata lagi dengan imbalan uang, tanah, dan ternak.

BACA JUGA:India Open 2025 - Berakhir di Semifinal, Jonatan Christie Kalah Terhormat dari Axelsen

Devi (dengan sari berwarna biru kehijauan) sekarang mendukung komunitas lokalnya sebagai anggota dewan desa terpilih (BBC)

Sekarang dia menjalani kehidupan desa yang dulu ditinggalkan.

Ketika mereka menyerah, Devi dan suaminya mendapatkan sebidang tanah, uang, dan 21 ekor domba bersubsidi dari pemerintah.

Kebijakan penyerahan diri tidak secara eksplisit menyatakan bahwa kelompok Maois akan diampuni, tetapi keputusan itu mempertimbangkan setiap kasus secara terpisah terkait penuntutan atas kejahatan.

Pasangan Devi dan suaminya mengatakan mereka tidak lagi terjerat kasus hukum terkait kekerasan, dan tidak ada bukti kasus itu dalam laporan resmi.

BACA JUGA:Kekurangan Dokter, Prabowo Wacanakan Datangkan Profesor India Mengajar di Indonesia

Sumber:

Berita Terkait