Iran Punya Berbagai Jenis Rudal, ini Spesifikasinya
Masoud Pezeshkian. --
oganilir.co - Iran langsung merespons serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat senior.
Iran mengatakan pembalasannya menargetkan Israel dan situs militer yang terkait dengan AS di seluruh wilayah, termasuk di negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan akan membalas pembunuhan Khamenei dan pejabat senior lainnya sebagai 'tugas dan hak sah' negara tersebut.
Di tengah sorotan kemampuan militer dan senjata Amerika Serikat, sebenarnya Iran juga mempunyai senjata yang tak kalah gahar dan mengerikan. Seperti rudal balistik yang ada dalam jarak pendek sampai yang lebih jauh. Berikut ini senjata yang dimiliki Iran, seperti dilansir dari detikINET dan Al Jazeera, Selasa (3/3/2026).
Senjata Iran
BACA JUGA:Bela Iran, Houthi Siap Beraksi di Laut Merah
Kekuatan rudal Iran sangat penting dalam cara mereka berperang dan memberi sinyal. Analis pertahanan menggambarkannya sebagai yang terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, mencakup rudal balistik dan rudal jelajah. Rudal tersebut dirancang untuk memberi Iran jangkauan bahkan tanpa angkatan udara modern.
Para pejabat Iran menganggap program rudal negara itu sebagai tulang punggung pencegahan, sebagian karena angkatan udara bergantung pada pesawat yang sudah tua.
Rudal balistik Iran dengan jangkauan terjauh dapat menempuh jarak antara 2.000 km hingga 2.500 km. Itu berarti rudal-rudal ini dapat mencapai Israel, pangkalan-pangkalan yang terkait dengan AS di seluruh Teluk dan sebagian besar wilayah yang lebih luas.
Rudal jarak pendek
BACA JUGA:Langit Yerusalem Dihujani Rudal Iran, 7 Warga Terluka
Rudal balistik jarak pendek milik Iran memiliki kemampuan terbang hingga 150-800 km. Rudal ini dirancang untuk target militer terdekat dan serangan regional yang cepat.
Sistem inti termasuk varian Fateh: Zolfaghar, Qiam-1, dan rudal Shahab-1/2 yang lebih tua. Rudal-rudal ini dapat diluncurkan secara beruntun, memperpendek waktu peringatan dan mempersulit serangan pendahuluan.
Iran menggunakan taktik ini pada Januari 2020, menembakkan rudal balistik ke pangkalan udara Ain al-Assad di Irak setelah AS membunuh Qassem Soleimani, jenderal paling terkenal di negara itu. Serangan itu merusak infrastruktur dan menyebabkan lebih dari 100 personel AS mengalami cedera otak traumatis.
Rudal jarak menengah
Sumber:


