Serangan Iran Menyasar Pusat Gas Terbesar Dunia di Qatar
Pusat operasional QatarEnergi. Foto diambil pada 2 Maret 2026. --
BACA JUGA:IRGC Luncurkan Rudal Sejjil, Si Burung Ababil Hancurkan Pasukan Gajah
Iran kemudian memperingatkan akan menghancurkan infrastruktur energi negara-negara Teluk jika sektor energinya menjadi sasaran. Dalam sebuah pernyataan, Garda Revolusi Iran bersumpah akan melakukan serangan lebih lanjut sampai benar-benar hancur dan memberikan respons yang jauh lebih keras.
Arab Saudi Kembali Jadi Sasaran
Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke arah negara-negara Teluk pada Rabu malam, dengan beberapa ledakan kuat terdengar di ibu kota Saudi, Riyadh. Sementara, ancaman rudal berhasil dicegat di Uni Emirat Arab, menurut pihak berwenang.
Empat orang terluka ketika pecahan peluru dari pencegatan rudal balistik jatuh di daerah pemukiman ibu kota Arab Saudi, Riyadh.
BACA JUGA:Janji Ditepati, Iran Luncurkan Rudal Baru ke Pangkalan Militer AS Hingga Israel
Kementerian pertahanan Riyadh mengatakan, pihaknya mencegat empat rudal balistik pada hari Rabu, dengan satu pecahan jatuh di dekat kilang minyak di selatan ibu kota Saudi. Sejumlah drone juga dicegat dan dihancurkan saat menuju fasilitas gas Saudi di Provinsi Timur kerajaan tersebut.
Negara Teluk kritik serangan Israel
Sebelumnya, Qatar telah mengutuk serangan Israel terhadap fasilitas gas Iran dan menyebutnya sebagai tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab.
"Menargetkan infrastruktur energi merupakan ancaman bagi keamanan energi global, bagi masyarakat di kawasan ini, dan bagi lingkungannya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Majed al-Ansari. Dalam teguran yang jarang terjadi, UEA juga mengkritik penargetan fasilitas Iran sebagai eskalasi berbahaya.
BACA JUGA:Rudal Iran Hujani Tel Aviv, Ledakan Terjadi di Mana-mana
"Menargetkan infrastruktur energi merupakan ancaman langsung terhadap keamanan energi global," bunyi pernyataan kementerian luar negeri Abu Dhabi.
Militer Israel tetap bungkam mengenai serangan terhadap lapangan terbang raksasa South Pars/North Dome.
Saat ditanya dua kali oleh AFP mengenai tuduhan tersebut, militer Israel tidak memberikan tanggapan. Sebelum serangan pada Rabu, Teheran telah berupaya untuk menonaktifkan kilang-kilang minyak utama di Teluk sekaligus memperketat cengkeramannya di selat tersebut dalam upaya untuk memberikan dampak maksimal pada ekonomi global. (Kompas.com/dri)
Sumber:


