Sempat Dikira Ayan, Driver Ojol Didekati Sat Pol PP Balaikota Makassar Mulutnya Berbusa, Diduga Minum Baygon

Sempat Dikira Ayan, Driver Ojol Didekati Sat Pol PP Balaikota Makassar Mulutnya Berbusa, Diduga Minum Baygon

Driver ojol mulutnya berbusa tergeletak di belakang Balai Kota Makassar. Ditolong anggota Sat Pol PP dari mulutnya keluar busa diduga minum baygon. foto: tangkapan layar video warga/oganilir.co.--

MAKASSAR, OGANILIR.CO -  Kawasan Balaikota Makassar geger. Seorang driver ojek online (ojol) tergeletak di belakang pos Satpol PP, tepatnya di Balaikota Makassar.

Sempat diduga terkena penyakit ayan. Namun, kata Ikhsan, yang bersangkutan tak mengalami kejang-kejang.

“Dilihatlah sama orang, siapa itu orang di belakang kayak mati-mati ayam. Posisi kan tergeletak, didatangilah seperti video itu sama anggota seperti yang kita lihat,” ucapnya.

Plt Kasatpol PP Makassar, Ikhsan, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin sore, 19 September 2022.

BACA JUGA:Rampok Jalinsum Palang Kayu Modus Lama, Korban Sudah Ditarget, Rp300 Juta Dibawa dari Rumah Bukan Bank

Saat itu, para personel Satpol tengah melakukan persiapan menerima massa unjuk rasa di Balaikota.

“Jadi begini, saya mau katakan, itu kejadiannya kemarin sore selepas ashar, tiba-tiba itu orang ada di belakang pos Satpol. 

Kan kemarin anggota fokus untuk ada persiapan mau terima demo. Ini kok tiba-tiba ada di belakang,” ujarnya, Selasa, 20 September 2022.

“Didekati sama anggota kok berbusa mulutnya. Jadi dibantu, diangkat ke pos. Kemudian banyak orang datang termasuk polisi,” lanjutnya.

BACA JUGA:Rampok Jalinsum Palang Kayu Modus Lama, Korban Sudah Ditarget, Rp300 Juta Dibawa dari Rumah Bukan Bank

Banyak kemudian orang yang diduga driver ojol itu telah meminum racun yang menyebabkan mulutnya berbusa.

Namun, kata Ikhsan, setelah diperiksa di sekelilingnya, hanya ditemukan botol baygon di dalam tas orang tersebut.

“Di sekitar tidak ada tanda-tanda ada racun. Tapi pas dibuka tasnya ada botol baygon. Mungkin lagi stres atau apa. Tapi belum dipastikan itu dia minum atau bagaimana. Nda adami informasi selanjutnya,” tuturnya.

Akhirnya, diputuskan untuk dibawa ke rumah sakit agar bisa diberi perawatan. Tidak lama kemudian bisa sadar dan kembali ke rumahnya.

Sumber: fajar.co.id