Diborgol Plastik Putih, 3 Oknum Polisi yang Terlibat Perampokan di Medan Disidang Etik

Diborgol Plastik Putih, 3 Oknum Polisi yang Terlibat Perampokan di Medan Disidang Etik

Tiga oknum polisi Polrestabes Medan saat digiring menuju gedung Bid Propam Polda Sumut untuk menjalani sidang kode etik, Selasa (11/10). Foto: Finta Rahyuni/jpnn.com/oganilir.co. --

BACA JUGA:Sujud Massal, Ratusan Polisi di Malang Meminta Maaf dan Mendoakan Korban Tragedi Kanjuruhan

Polrestabes Medan menetapkan tiga oknum anggotanya sebagai tersangka dalam kasus dugaan perampokan dengan cara merampas sepeda motor warga bernama Benny Sembiring. 

Mantan Dirlantas Polda Sumut itu menyebut proses pelanggaran kode etik terhadap tiga oknum polisi itu saat ini tengah diproses di Propam Polrestabes Medan. 

Selain tiga oknum polisi itu, penyidik juga menetapkan seorang warga sipil berinisial N sebagai tersangka. Para pelaku dijerat Pasal 363 Jo 53 dan Pasal 368 Jo 53 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. 

Aksi perampokan itu bermodus menyaru sebagai pembeli motor dengan cara bertemu langsung atau COD. 

BACA JUGA:Kapolri Mutasi Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta pada Jabatan Baru sebagai Sahlisosbud Kapolri

Kombes Valentino menyebut tidak menutup kemungkinan ketiganya akan mendapatkan sanksi pemecatan atau Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH). 

"Untuk pelanggaran kode etik profesi kepada mereka tiga orang ini sedang berjalan. Kami sampaikan bahwa kami akan menindak tegas sesuai dengan perbuatan yang dilakukan bahkan sampai dengan pemecatan atau PTDH," ungkapnya. 

Valentino mengaku dirinya telah diperintahkan oleh Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak untuk memberikan hukuman yang tepat bagi ketiga polisi tersebut. 

"Kasus ini juga menjadi perhatian dari Bapak Kapolda Sumut, beliau sudah mengarahkan kami untuk tidak toleransi dalam penegakan hukum kasus ini, dilakukan secara profesional secara adil- adilnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Valentino. 

BACA JUGA:Kapolri Mutasi Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta pada Jabatan Baru sebagai Sahlisosbud Kapolri

Selain itu, kata Valentino, pihaknya saat ini juga masih mendalami jaringan yang terlibat dalam kasus perampokan tersebut. Termasuk, salah satunya memburu seorang pelaku berinisial O. 

"Kami akan mengungkap apabila memang ada jaringan atau komplotan, ataupun kejadian-kejadian kasus lainnya yang pernah dilakukan para pelaku ini," sebutnya. (*)

 

 

Sumber: jpnn